
KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali berkeliling di arena Indo Defence, JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Jumat (13/6). (Syahrul Yunizar/JawaPos.com).
JawaPos.com - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali berkeliling di arena Indo Defence 2024 pada Jumat (13/6). Berdasar pantauan JawaPos.com, Ali berkeliling di arena Indo Defence sekitar pukul 10.10 WIB pada Jumat (13/6). Dia menunjukkan ketertarikannya terhadap alat buru ranjau buatan lokal.
Ali menyatakan bahwa saat ini instansinya masih melakukan penjajakan untuk beberapa kapal yang bisa menambah kekuatan Angkatan Laut. Khususnya kapal-kapal yang memiliki teknologi autonomous atau kapal-kapal tanpa awak. Dia ingin tim patroli TNI AL mulai diperkuat dengan kapal tanpa awak.
”Kalau kapal patroli baik yang berawak maupun tanpa awak, unmanned surface vehicle maupun yang unmanned underwater vehicle atau autonomous,” imbuhnya.
Salah satu booth yang dikunjungi oleh Ali adalah booth milik Sangkuriang Internasional. Di lokasi itu, Ali tampak berbincang serius dan menunjukkan ketertarikannya terhadap alat buru ranjau karya anak bangsa yang diberi nama Jalarov S11.
Direktur R&D Sangkuriang Internasional Agung Aswamedha menyampaikan bahwa tersebut dipastikan cocok untuk disematkan pada kapal perang buru ranjau milik TNI AL. Khususnya dua kapal buru ranjau buatan Jerman, KRI Pulau Fani-731 dan KRI Pulau Fanildo-732.
”Jalarov S11 adalah semi-autonomous underwater vehicle atau semi-ROV. Jadi, memang ini dibutuhkan untuk kebutuhan mission profile. Karena kami sebagai grup perusahaan, kami fokus untuk men-support TNI AL,” kata dia saat diwawancarai oleh awak media.
Menurut Agung, saat ini ranjau laut sudah berteknologi tinggi. Banyak ranjau laut disematkan teknologi cerdas. Sehingga dibutuhkan alat buru ranjau yang tidak kalah cerdas. Tujuannya untuk memastikan ranjau-ranjau laut bisa dimusnahkan secara efektif dan efisien.
”Ini salah satu yang membuat KSAL tertarik juga. Tadi KSAL ke sini dan dia sangat terkesan. Ini produk dalam negeri, tingkat kandungan lokalnya cukup tinggi,” imbuhnya.
Selain itu, Agung mengatakan bahwa ketertarikan KSAL terhadap alat buru ranjau yang dibuat oleh perusahaannya karena diproduksi dalam negeri. Sehingga bisa membuat TNI AL lebih tenang dengan kepastian ketersediaan suku cadang di Indonesia.
”Karena ini diproduksi dalam negeri. Jadi, mereka tenang, after sales-nya pasti kami dukung. Kalau ada kerusakan, ada kustomisasi, pasti kami akan dukung,” tegasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
