Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 12 Juni 2025 | 18.10 WIB

Mensos: Tambahan Bantuan untuk Penebalan Bansos Sebesar Rp 200 Ribu Cair Juni

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf saat memimpin rapat penyaluran bansos dan persiapan Sekolah Rakyat, di Kantor Kemensos, Jakarta, Rabu (11/6). (Istimewa). - Image

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf saat memimpin rapat penyaluran bansos dan persiapan Sekolah Rakyat, di Kantor Kemensos, Jakarta, Rabu (11/6). (Istimewa).

JawaPos.com - Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial (bansos) sembako akan menerima tambahan bantuan di bulan ini. Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengungkapkan, program penebalan bansos sembako bakal dicairkan di bulan ini.

Penebalan bansos ini, menurut mensos, merupakan bagian dari paket stimulus yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto guna menjaga daya beli masyarakat. Sehingga, bisa turut memicu pertumbuhan ekonomi.

Bantuan diberikan sebesar Rp 200 ribu selama dua bulan, pada Juni dan Juli. Penebalan Bansos ini nantinya disalurkan kepada sekitar 18,3 juta KPM penerima bansos sembako atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

“Kita luncurkan juga di bulan Juni ini penebalan bansos, tambahan untuk mereka yang menerima sembako/BPNT,” ujarnya usai memimpin rapat terkait penyaluran bansos dan persiapan Sekolah Rakyat, di Kantor Kemensos, Jakarta, Rabu (11/6).

Sejalan dengan itu, penyaluran bansos reguler triwulan II juga tengah berjalan. Saat ini, proses penyaluran bansos sembako ini telah mencapai 95,5 persen dari 18.277.083 KPM sembako dan 10 juta KPM PKH.

Dari total KPM tersebut, sebanyak 4,5 persen atau 805 ribu KPM sedang proses buka rekening kolektif (Burekol). Yang mana, 654 ribu di antaranya merupakan penerima program PKH.

Gus Ipul, sapaan akrab mensos, mengungkapkan, penyaluran bansos triwulan II ini adalah transisi dari penggunaan Data Tunggal Kesejahteraan Sosial (DTKS) ke Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Perubahan basis data ini dilakukan lantaran pada penyaluran sebelumnya ditengarai banyak yang tidak tepat sasaran. Setidaknya ada sekitar 1,8 juta orang dikeluarkan dari daftar penerima bansos setelah terjadinya transisi ini.

DTSEN sendiri nantinya akan menjadi data tunggal untuk semua kementerian lembaga dalam menyalurkan bantuan atau subsidi yang diprogramkan. Dengan kesatuan ini maka diharapkan upaya pengentasan kemiskinan bisa lebih harmoni.

Tak kaku, DTSEN ini pun akan diupdate tiap bulan sekali. Kemensos membuka peluang bagi masyarakat yang ingin menyampaikan keberatan atau sanggahan terkait data penerima bansos. Aduan bisa dilakukan di aplikasi Cek Bansos. 

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore