
Mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim, menggelar konferensi pers bersama tim kuasa hukum Hotman Paris di Jakarta Selatan. (Istimewa).
JawaPos.com - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, menegaskan dirinya tidak pernah membangun komunikasi dengan tiga mantan staf khusus (Stafsus) yang saat ini tengah berperkara di Kejaksaan Agung (Kejagung).
Pernyataan ini disampaikan kuasa hukum Nadiem, Hotman Paris, saat menggelar konferensi pers di The Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Selasa (10/6).
"Kalau yang menyangkut stafsus tidak ada kaitannya dengan Pak Nadiem dan tidak ada komunikasi," kata Hotman saat mendampingi Nadiem.
Hotman menegaskan, Nadiem Makarim menghargai proses hukum yang tengah berjalan di Kejagung. Bahkan, Nadiem siap memberikan keterangan jika dibutuhkan Kejagung.
"Pada intinya saudara Nadiem menghargai kewenangan Kejaksaan yang melajukan proses penyidikan. Saudara Nadiem ada selalu di Tanah Air akan kooperatir jika dipanggil Kejaksaan," tegas Hotman.
Adapun, tiga stafsus Nadiem itu pada hari ini, Selasa (10/6) kembali dipanggil ulang penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung. Ketiga stafsus itu berinisial FH, JT, dan AI.
Bahkan, Kejagung telah menggeledah apartemen ketiganya, pada 21 dan 23 Mei 2025. Penyidik Kejagung berhasil menyita barang bukti elektronik dan dokumen.
Sementara, Nadiem menyatakan, dirinya siap untuk diperiksa Kejagung sebagai sikap kooperatif agar kasus pengadaan program digitalisasi pendidikan periode 2019-2022 bisa terungkap secara terang. Hal itu setelah pihak Kejagung mengusut dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook senilai Rp 9,9 triliun.
"Saya siap bekerja sama dan mendukung dengan memberikan keterangan atau memberikan klarifikasi apabila diperlukan," tegas Nadiem.
Ia menjelaskan, program pengadaan laptop itu dilakukan sebagai upaya digitalisasi yang terjadi pada masa pandemi Covid-19. Sebab, selain krisis kesehatan, masa pandemi juga terjadi krisis pendidikan, lantaran harus mengurangi pertemuan langsung.
Karena itu, pihaknya melakukan pengadaan laptop sebanyak 1,1 juta unit beserta modem 3G dan projector untuk lebih dari 77 ribu sekolah dalam kurun waktu 4 tahun.
"Selain mendukung pembelajaran jarak jauh, perangkat TIK itu juga menjadi alat peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan. Dan juga untuk pelaksanaan asesment nasional berbasis komputer atau ANBK yang menjadi instrumen sensus kami untuk mengukur capaian pembelajaran dan juga dampak daripada learning loss," ucap Nadiem.
Lebih lanjut, Nadiem mengklaim, selama dirinya menjabat sebagai Mendikbudristek, setiap kebijakan ditempuh dengan penuh kehati-hatian dan transparansi.
"Selama saya menjadi Mendikbudristek setiap kebijakan dirumuskan dengan asas transparansi, keadilan, dan itikad baik," pungkasnya.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
