
Menteri Hukum dan Hak Asasi (HAM) Natalius Pigai saat rapat kerja dengan Komisi XIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (31/10). (Istimewa)
JawaPos.com-Menyusul masalah kekerasan dan konflik bersenjata yang terus terjadi di wilayah Papua Tengah belakangan ini, Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menggelar pertemuan terbatas pada Jumat (6/6) malam. Pertemuan yang berlangsung di Bali itu dihadiri gubernur Papua Tengah, anggota DPRD Papua Tengah, bupati Intan Jaya, dan bupati Puncak.
Berdasar informasi yang diterima Menteri Pigai, korban akibat masalah kekerasan dan konflik bersenjata terus berjatuhan. Baik korban meninggal dunia, luka-luka, maupun korban yang mengungsi.
Data menyebut jumlah pengungsi akibat persoalan tersebut sudah menyentuh angka 60 ribu orang. Mereka memilih lokasi-lokasi aman di beberapa kota terdekat seperti Timika dan Nabire.
Pigai memastikan, Kementerian HAM menyikapi persoalan tersebut dengan sangat serius. Dia ingin masalah itu cepat selesai dan cita-cita Papua Tengah yang damai terwujud. Karena itu, pihaknya juga menyiapkan upaya-upaya rekonsiliasi dan perdamaian agar masyarakat di Papua Tengah bisa kembali hidup dengan aman dan nyaman.
”Pertemuan ini kami gelar selain saya ingin mendapatkan informasi dari lapangan melalui gubernur, DPRD, dan para bupati, juga untuk sama-sama memastikan upaya penanganan yang tepat sehingga situasi akibat konflik khususnya di dua wilayah yaitu Puncak dan Intan Jaya bisa diatasi dengan baik,” kata Pigai dalam keterangan resmi pada Sabtu (7/6).
Sebagai menteri HAM, Pigai pun menegaskan keinginannya bersama pemerintah daerah di Papua Tengah untuk bersama-sama mendorong langkah-langkah rekonsiliatif demi menghadirkan perdamaian di tanah Papua. Menurut informasi yang diterima oleh Pigai, 60 ribu pengungsi di Papua Tengah berasal dari Intan Jaya dan Puncak.
Setelah mendapat laporan yang utuh, lanjut Pigai, Kementerian HAM dalam waktu dekat akan turun langsung ke Papua Tengah untuk memastikan penanganan pengungsi bisa dilakukan dengan baik. Selain itu, mereka juga akan terus mendorong upaya-upaya rekonsiliasi untuk mewujudkan perdamaian di tanah Papua.
”Kami tentu saja akan menjadi jembatan untuk kementerian-kementerian lain di pusat agar bersama pemerintah daerah turun ke lokasi-lokasi pengungsi dalam rangka pemenuhan kebutuhannya, baik (kebutuhan) jangka pendek, menengah maupun panjang,” imbuh dia.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
