
Tempat lokasi ledakan amunisi di pantai Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Senin (12/5). (Antara)
JawaPos.com-Lokasi pemusnahan amunisi kedaluwarsa di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Garut, Jawa Barat (Jabar) turut menjadi bahan evaluasi TNI AD. Mereka memastikan bahwa lokasi pemusnahan amunisi selalu berada di tempat yang jauh dari permukiman warga.
Menurut Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, saat ini instansinya memiliki 2 lokasi pemusnahan amunisi. Satu berada di Garut, satu lainnya di wilayah Kebumen, Jawa Tengah (Jateng). Kedua lokasi tersebut berada di garis pantai dan jauh dari pemukiman warga.
”Tentu itu menjadi bahan evaluasi untuk kita mencoba mengevaluasi tempat-tempat yang sudah ada sekarang dan juga menambah titik-titik penghancuran di tempat yang lain, tapi yang safe,” kata Wahyu kepada awak media di Jakarta.
Evaluasi tersebut menyangkut tempat, modifikasi konstruksi, dan hal teknis lainnya. Termasuk kemungkinan perpindahan tempat. TNI AD juga berniat menambah lokasi pemusnahan amunisi karena 2 lokasi yang mereka kelola saat ini berada di Jawa. Sementara di luar Jawa belum ada.
”Kepala Staf Angkatan Darat sudah menyampaikan, kami tidak punya titik penghancuran di Sumatera, tidak punya titik penghancuran amunisi apkir di Kalimantan, Sulawesi. Dan tentu itu juga memerlukan pertimbangan,” imbuh Wahyu Yudhayana.
Berkaitan dengan lokasi pemusnahan amunisi, Wahyu menegaskan kembali bahwa lokasi itu selalu dipastikan jauh dari pemukiman warga. Di Garut dan Kebumen, lokasi pemusnahan amunisi sudah dipertimbangkan tidak berdekatan dengan permukiman warga.
”Kami betul-betul mempertimbangkan area yang aman, jauh dari pemukiman masyarakat. Baik di Ngambal Kebumen, maupun yang di Cibalong, Garut. Itu dua-duanya di garis pantai. Garis pantai yang tentu bisa kami pastikan jauh dari warga masyarakat,” tegas Wahyu Yudhayana.
Karena itu, bila dikaitkan dengan sistem keamanan secara umum, lokasi tersebut sudah aman dan memenuhi syarat sebagai tempat pemusnahan amunisi. Meski bukan lahan milik TNI AD, namun kerja sama antar instansi membuat tempat itu memungkinkan dijadikan sebagai lokasi pemusnahan amunisi.
”Tentu apabila memungkinkan, lebih bagus kami punya lahan sendiri. Dan itu jadi bahan evaluasi pertimbangan dari TNI AD,” ujar Wahyu.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
