Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 Mei 2025 | 12.56 WIB

Dugaan Intimidasi Penulis Opini Kritik Jenderal di Jabatan Sipil, Mabes TNI Buka Suara

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Kristomei Sianturi. (Puspen TNI). - Image

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Kristomei Sianturi. (Puspen TNI).

JawaPos.com-Seorang penulis opini bernama Yogi Firmansyah diduga mendapat intimidasi setelah tulisannya terbit pada salah satu kanal media dalam jaringan (daring). Dalam opini tersebut, dia mengkritisi penempatan jenderal pada jabatan sipil.

Atas dugaan intimidasi tersebut, Mabes TNI buka suara. Mereka menegaskan dukungan terhadap kebebasan berpendapat dan menolak segala bentuk intimidasi. 

TNI berkomitmen penuh dalam mendukung kebebasan berpendapat sebagai bagian dari nilai-nilai demokrasi yang dianut oleh bangsa Indonesia,” kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Kristomei Sianturi. 

Mabes TNI berpandangan bahwa setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi, pendapat, maupun kritik secara terbuka dan bertanggung jawab. Dalam sistem demokrasi, Kristomei menyatakan bahwa perbedaan pandangan adalah hal yang wajar dan menjadi kekuatan untuk membangun bangsa yang lebih baik.

”TNI memandang bahwa ruang demokrasi harus dijaga bersama oleh seluruh elemen bangsa, termasuk oleh aparat negara, masyarakat sipil, dan institusi lainnya,” kata dia. 

Kristomei menegaskan, instansinya memegang teguh prinsip netralitas. Dia menjamin, TNI tidak akan pernah terlibat dalam upaya membungkam suara publik. Sebab, tugas utama TNI adalah menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan melindungi segenap bangsa Indonesia, bukan mencampuri urusan politik praktis.

”Segala bentuk intimidasi terhadap individu maupun kelompok yang menyampaikan pendapat secara sah dan damai merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan,” ujarnya. 

Sebelumnya, Berdasar informasi yang diterima oleh Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Yogi Firmansyah adalah aparatur sipil negara di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan sedang melanjutkan studi magister ilmu administrasi di Universitas Indonesia. Dia merasa terancam keselamatannya setelah tulisan opininya berjudul Jenderal di Jabatan Sipil: Di Mana Merit ASN? tayang pada 22 Mei lalu. 

”Pada hari Kamis tersebut dia diserempet oleh dua pengendara motor dengan helm fullface setelah mengantar anaknya ke TK. Beberapa jam kemudian dua pengendara motor dengan helm serupa, tapi motor berbeda, menendang motor Yogi sampai jatuh di depan rumahnya.  Dia pun meminta kepada detiknews.com untuk menghapus tulisan tersebut,” terang Ketua YLBHI M. Isnur. 

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore