Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Mei 2025 | 20.46 WIB

Sindir Hakim Gaji Hanya Rp 27 Juta Tapi Pakai Arloji Rp 1 M, Ketua MA Sunarto: Kok Enggak Malu?

Ketua Mahkamah Agung (MA) Sunarto (tengah) bersama pimpinan MA menggelar konferensi pers akhir tahun di gedung MA, Jl Medan Merdeka Utara, Jumat (27/12/2024). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Ketua Mahkamah Agung (MA) Sunarto (tengah) bersama pimpinan MA menggelar konferensi pers akhir tahun di gedung MA, Jl Medan Merdeka Utara, Jumat (27/12/2024). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Ketua Mahkamah Agung (MA), Sunarto, melontarkan sindiran keras kepada para hakim yang dinilai tidak menunjukkan rasa malu dalam menjalani profesinya. Sunarto mengkritik gaya hidup mewah yang tidak sesuai dengan pendapatan resmi seorang hakim.

“Tidak malu, gajinya Rp 27 juta, Rp 23 juta, pakai LV, pakai Bally, pakai Porsche, nggak malu? Orang melihat gajinya segitu, pakai LV, LV berapa? Sepatu Bally berapa? Rp 30 juta. Arlojinya Rp 1 M, Kok nggak malu?” kata Sunarto dalam kegiatan Pembinaan Pimpinan Pengadilan Umum Tingkat Pertama dan Banding se-wilayah DKI Jakarta di Gedung MA, Jakarta, Jumat (23/5).

Sunarto menegaskan, hidup mewah yang tak sesuai penghasilan hanya akan memicu kecurigaan publik dan mencoreng wibawa institusi peradilan. 

“Ya, kalau nggak malu, apa tidak takut sama Tuhan? Minimal takut sama wartawan. Difoto arlojinya Rp 1 M apa tidak malu Saudara-saudara?” ucap Sunarto mengingatkan para hakim untuk instrospeksi diri.

Ia pun menyinggung alasan logis atas kemewahan hanya bisa diterima dalam situasi tertentu. Sebab, akal sehat publik tidak bisa dibohongi oleh gaya hidup yang tidak masuk akal.

“Kecuali dapat warisan. Kalau di Amerika menang lotre. Di Indonesia sudah nggak ada undian harapan, mimpi, ya,” tambah Sunarto.

Sunarto juga menyoroti praktik korupsi kerap dilakukan atas dalih kebutuhan ekonomi, padahal kesejahteraan hakim terus diperjuangkan. 

“Bapak-Ibu sekalian, korupsi karena kebutuhan ini menjadi tantangan kita bersama. Ayo, kita selesaikan,” ujarnya. 

Ia mengungkapkan, revisi terhadap undang-undang Mahkamah Agung dan peradilan lainnya sedang digodok, demi memperbaiki sistem secara menyeluruh. Bahkan, Presiden Prabowo Subianto sudah memberikan lampu hijau untuk memperbaiki kesejahteraan hakim.

Namun, Sunarto menegaskan bahwa upaya itu harus dijaga dengan perilaku yang bersih. “Tolong jangan dinodai lagi. Kalau dinodai lagi, banyak yang berteriak,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa kenaikan usia pensiun dan peningkatan kesejahteraan hakim tidak akan berarti apa-apa jika moralitas tidak ikut terangkat. 

“Untuk apa usia dinaikkan? Untuk apa kesejahteraan dinaikkan kalau masih ada yang 'menjual toganya', 'menggadaikan toganya'?” kritiknya.

Lebih lanjut, Sunarto menyerukan agar para hakim tidak hanya takut pada hukum, tapi juga memiliki rasa malu terhadap diri sendiri. 

“Kiranya keputusan yang bukan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, tetapi berdasarkan keuangan yang maha kuasa. Marilah kita malu sama diri sendiri,” pungkasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore