Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 19 Mei 2025 | 00.10 WIB

Soroti Menu Makan Bergizi Gratis, Pemerintah Diminta Libatkan Sekolah dan Wali Murid

Menteri Wihaji saat meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pasuruan. (Humas BKKBN)



JawaPos.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dinilai mulai menunjukkan dampak positif, terutama dalam meningkatkan konsentrasi belajar siswa. Berdasarkan laporan dari organisasi pelajar Future Farmers of Indonesia (FFI), keberagaman dan kualitas menu yang disajikan memainkan peran penting dalam mendukung performa akademik anak-anak di sekolah.

Selama periode 21 April hingga 16 Mei 2025, FFI melakukan pemantauan di lebih dari 50 Satuan Pendidikan Pelaksana Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Hasilnya, sejumlah menu dianggap paling menonjol dari segi kandungan gizi, keberagaman bahan pangan, dan penerimaan siswa.

“Kami melihat antusiasme siswa meningkat saat menu yang disajikan beragam dan menarik. Ini berdampak langsung pada semangat belajar mereka,” kata Sekretaris Jenderal FFI Angeli Laura Beatrice di Jakarta, Minggu (18/5).

Salah satu menu terbaik ditemukan di SPPG Surade, Sukabumi, pada 5 Mei 2025. Menu ini terdiri dari nasi putih, ayam goreng serundeng, sayuran campur, jeruk, dan susu pasteurisasi.

Ia menyebut, penyajian menu itu terdapat total energi 792,4 kkal dan kandungan protein sebesar 29,5 gram, menu tersebut dinilai ideal untuk mendukung aktivitas fisik sekaligus fokus belajar.

“Kombinasi gizi yang lengkap terbukti menjaga stamina dan meningkatkan konsentrasi anak selama proses belajar mengajar,” ujar Angeli.

Tak kalah menarik, menu dari SPPG Cimalaka, Sumedang, pada 30 April 2025 menyajikan nasi mentega, fish fritter saus BBQ, jagung mentega, salad kol, dan jus mangga. Menu ini mendapat pujian karena menggabungkan cita rasa yang disukai anak-anak dengan komposisi gizi seimbang.

“Ketika anak menikmati makanannya, mereka cenderung lebih fokus dan ceria di kelas,” tambah Angeli.

Laporan FFI juga menyoroti pentingnya pendekatan berbasis kearifan lokal. Seperti di SPPG Bantul yang menyajikan nasi kuning, telur orak-arik sayur, orek tempe manis, lalapan segar, susu dan buah longan. Menu ini bukan hanya mencerminkan budaya makan lokal, tetapi juga kaya nutrisi.

“Anak-anak harus dikenalkan pada makanan tradisional yang sehat, agar tercipta kebanggaan pada pangan lokal sejak dini,” jelas Angeli.

Tak hanya itu, menu seperti spaghetti dan makaroni pun masuk daftar unggulan, terutama dari SPPG Daarut Tauhiid, Bandung. Pada 6 Mei 2025, mereka menyajikan spaghetti carbonara dengan chicken nugget, tahu goreng, brokoli wortel kukus, pepaya, dan susu. Meskipun menggunakan karbohidrat non-nasi, menu ini berhasil menarik minat siswa.

“Diversifikasi pangan perlu diperkenalkan agar anak tidak tergantung pada satu jenis makanan pokok,” tutur Angeli.

Ia meyakini, keberhasilan MBG tak lepas dari tampilan makanan yang menarik. Menu dengan warna-warni cerah seperti sayur hijau, lauk kuning, dan buah merah atau oranye terbukti menggugah selera.

“Menu yang kaya warna biasanya punya kombinasi gizi seimbang, sayur hijau untuk zat besi dan serat, protein hewani dan nabati, serta buah sebagai antioksidan alami. Ini penting untuk mendukung pertumbuhan anak,” ujar Angeli.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore