
Pekerja menata bahan kain di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Selasa (2/11/2021). Utilisasi industri tekstil dan produk tekstil atau TPT dalam negeri menunjukkan kinerja yang positif menjelang akhir 2021. Utilisasi industri itu berada di posisi 80-85% pada awa
JawaPos.com — Kain tencel sering muncul dalam deskripsi produk saat kita akan membeli produk pakaian terutama atasan.
Bahan pakaian yang terbuat dari kain tencel, seringkali dipasarkan dengan keuntungan bahan kain yang mudah menyerap keringat sesuai dengan kebutuhan para pembeli.
Seperti diketahui, pertimbangan membeli pakaian saat ini melibatkan banyak faktor. Tidak hanya perihal desain dan harga, kenyamanan pakaian saat digunakan juga jadi pertimbangan lain.
Namun selain hal-hal yang berkaitan dengan diri, pertimbangan akan dampak pakaian pada lingkungan juga jadi pertimbangan lain yang bisa membuat pembeli saat ini memutuskan untuk membeli.
Hal ini lantaran kesadaran akan kerusakan lingkungan saat ini menjadi semacam moral dan pertanggungjawaban pembeli untuk tidak berkontribusi pada kerusakan lingkungan yang ada saat ini.
Perlu diketahui menurut European Parliement, bahwa industri tekstil menyumbang banyak masalah lingkungan, mulai dari polusi air akibat limbah produksi, emisi karbon hingga ancaman mikroplastik.
Salah satu bahan pakaian yang banyak digunakan saat ini yang mudah menyerap keringat dan ramah lingkungan adalah kain tencel.
Apa Itu Kain Tencel?
Tencel adalah nama serat yang telah memiliki merk dagang dengan nama Tencel ™ (Trademark). Merk dagang di bawah perusahaan Lenzing ini melakukan penelitian dan inovasi kain tencel sejak tahun 1938. Perusahaan asal Austria yang pertama kalinya menemukan kain tencel ini melakukan penelitian dan inovasi dengan semangat menciptakan industri tekstil yang ramah lingkungan.
Pembuatan bahan kain tencel melalui proses yang cukup panjang. Dikutip dari laman resmi Tencel, tahap pertama pembuatan kain tencel adalah memproduksi bubur kayu seperti pada industri kertas.
Selanjutnya bubur kayu dilarutkan untuk diambil selulosanya. Hingga akhirnya menjadi serat nantinya menjadi benang untuk selanjutnya menjadi bahan kain.
Kayu yang digunakan untuk produksi kain tencel umumnya berasal dari pohon Eucalyptus (kayu putih), pohon cemara hingga dari pohon Beech atau di Indonesia dikenal dengan nama pohon Bewuk.
Seperti Apa Bahan Tencel Itu?
Kain tencel terbagi menjadi dua jenis, pertama tencel Lyocell dan kedua, Modal. Keduanya memiliki bahan dasar yang sama, tapi berbeda tekstur hingga daya tahan kain.
Baik kain tencel Lyocell maupun Modal, keduanya memiliki tekstur yang lembut dan mudah menyerap cairan. Dikutip dari The Strategist, tencel Modal memiliki tekstur yang lebih lebih lembut dan lentur dibanding Lyocell.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
