Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Mei 2025 | 18.11 WIB

Mengenal Kain Tencel: Bahan Pakaian yang Mudah Menyerap Keringat dan Ramah Lingkungan, Makin Ramai Digunakan oleh Produk Fashion Lokal

Pekerja menata bahan kain di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Selasa (2/11/2021). Utilisasi industri tekstil dan produk tekstil atau TPT dalam negeri menunjukkan kinerja yang positif menjelang akhir 2021. Utilisasi industri itu berada di posisi 80-85% pada awa - Image

Pekerja menata bahan kain di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Selasa (2/11/2021). Utilisasi industri tekstil dan produk tekstil atau TPT dalam negeri menunjukkan kinerja yang positif menjelang akhir 2021. Utilisasi industri itu berada di posisi 80-85% pada awa

JawaPos.com — Kain tencel sering muncul dalam deskripsi produk saat kita akan membeli produk pakaian terutama atasan.

Bahan pakaian yang terbuat dari kain tencel, seringkali dipasarkan dengan keuntungan bahan kain yang mudah menyerap keringat sesuai dengan kebutuhan para pembeli.

Seperti diketahui, pertimbangan membeli pakaian saat ini melibatkan banyak faktor. Tidak hanya perihal desain dan harga, kenyamanan pakaian saat digunakan juga jadi pertimbangan lain.

Namun selain hal-hal yang berkaitan dengan diri, pertimbangan akan dampak pakaian pada lingkungan juga jadi pertimbangan lain yang bisa membuat pembeli saat ini memutuskan untuk membeli. 

Hal ini lantaran kesadaran akan kerusakan lingkungan saat ini menjadi semacam moral dan pertanggungjawaban pembeli untuk tidak berkontribusi pada kerusakan lingkungan yang ada saat ini. 

Perlu diketahui menurut European Parliement,  bahwa industri tekstil menyumbang banyak masalah lingkungan, mulai dari polusi air akibat limbah produksi, emisi karbon hingga ancaman mikroplastik.

Salah satu bahan pakaian yang  banyak digunakan saat ini yang mudah menyerap keringat dan ramah lingkungan adalah kain tencel.  

Apa Itu Kain Tencel?

Tencel adalah nama serat yang telah memiliki merk dagang dengan nama Tencel ™ (Trademark). Merk dagang di bawah perusahaan Lenzing ini melakukan penelitian dan inovasi kain tencel sejak tahun 1938. Perusahaan asal Austria yang pertama kalinya menemukan kain tencel ini melakukan penelitian dan inovasi dengan semangat menciptakan industri tekstil yang ramah lingkungan. 

Pembuatan bahan kain tencel melalui proses yang cukup panjang. Dikutip dari laman resmi Tencel, tahap pertama pembuatan kain tencel adalah memproduksi bubur kayu seperti pada industri kertas.

Selanjutnya bubur kayu dilarutkan untuk diambil selulosanya. Hingga akhirnya menjadi serat nantinya menjadi benang untuk selanjutnya menjadi bahan kain.

Kayu yang digunakan untuk produksi kain tencel umumnya berasal dari pohon Eucalyptus (kayu putih), pohon cemara hingga dari pohon Beech atau di Indonesia dikenal dengan nama pohon Bewuk.

Seperti Apa Bahan Tencel Itu?

Kain tencel terbagi menjadi dua jenis, pertama tencel Lyocell dan kedua, Modal. Keduanya memiliki bahan dasar yang sama, tapi berbeda tekstur hingga daya tahan kain.

Baik kain tencel Lyocell maupun Modal, keduanya memiliki tekstur yang lembut dan mudah menyerap cairan. Dikutip dari The Strategist, tencel Modal memiliki tekstur yang lebih lebih lembut dan lentur dibanding Lyocell.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore