Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 Juni 2021 | 19.58 WIB

20 Ribu Kasus Covid-19 Sehari, Menkes Ubah IGD RS jadi Ruang Isolasi

Pasien Covid-19 saat mendapat perawatan medis di dalam tenda darurat IGD RSUD Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (24/06/2021). Akibat ruang IGD sudah penuh, pihak rumah sakit mendirikan tenda untuk men-screening pasien virus Corona (COVID-19) yang berdatang - Image

Pasien Covid-19 saat mendapat perawatan medis di dalam tenda darurat IGD RSUD Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (24/06/2021). Akibat ruang IGD sudah penuh, pihak rumah sakit mendirikan tenda untuk men-screening pasien virus Corona (COVID-19) yang berdatang

JawaPos.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengambil langkah cepat untuk menangani situasi ketersediaan tempat tidur (BOR) rumah sakit yang sudah kritis. Apalagi dalam sehari, Kamis (24/6), kasus Covid-19 naik hingga 20 ribuan kasus sehari.

Selain mengubah atau melakukan konversi 3 rumah sakit khusus Covid-19, pemerintah juga menyulap ruang-ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS menjadi ruang isolasi pasien.

"Pak Kapolri, Pak Panglima TNI, BNPB Gubernur selalu pastikan BOR cukup dan selalu mengikuti perkembangan kasus yang masuk," pesan Budi Gunadi dalam konferensi pers virtual, Jumat (25/6).

Dia menyampaikan, dalam sepekan terakhir pemerintah sudah mengambil beberapa keputusan. Di antaranya mengubah 3 RS besar pemerintah, yakni RS Fatmawati, RSPI Sulianti Saroso, dan RS Persahabatan untuk jadi 100 persen khusus RS Covid.

Ia memastikan selain tempat tidur rumah sakit sudah ditambah, jumlah tenaga kesehatan yang melayani juga lengkap. Ditambah dengan dokter-dokter berpengalaman.

"Nakes memadai. Dengan 3 konversi RS baru tersebut bisa melayani pasien yang sakit di DKI Jakarta. Diharapkan minggu ini konversi RS selesai sehingga bisa menambah untuk melayani rakyat Jakarta," katanya.

Lalu selain itu, tempat tidur di seluruh rumah sakit juga ditambah dengan cara menyulap atau mengubah ruang IGD menjadi ruang isolasi. Sedangkan untuk mengganti ruang IGD, maka tiap rumah sakit membangun tenda darurat yang dibantu oleh BNPB untuk menangani tahap awal pemeriksaan pasien yang masuk ke RS.

"Kami sudah koordinasi dengan Gubernur dan BNPB. Kami akan ubah semua kamar IGD darurat, jadi kamar isolasi. Sehingga perawatan normal bisa dirawat di sana. Sehingga bisa dapat perawatan di sana," kata Menkes Budi.

"Nah IGD-nya, kami bangun tenda luar RS, supaya pasien yang ingin dicek masuknya ke sana. IGD dipakai sebagai tambahan tempat tidur. BNPB tambah tenda-tenda di luar rumah sakit," jelasnya

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore