Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 Oktober 2024 | 22.47 WIB

Tidak Boleh Dipakai Sembarangan Apalagi ke Nikahan, Simak Beragam Motif Batik dan Maknanya Untuk Kamu Ketahui

2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional, sudahkah kamu bangga mengenakan Batik Indonesia? (Pixabay/MahmurMaganti). - Image

2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional, sudahkah kamu bangga mengenakan Batik Indonesia? (Pixabay/MahmurMaganti).

JawaPos.com — Tepat hari ini, tanggal 2 Oktober 2024, diperingati sebagai Hari Batik Nasional. Siapa, sih, yang tidak kenal dengan batik?

Batik, lebih dari sekadar kain bermotif biasa. Mengutip laman resmi Kemdikbud, sejarah batik di Indonesia terkait dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan penyebaran ajaran Islam di Jawa.

Batik mulai dikembangkan pada masa kerajaan Mataram, kemudian berlanjut di masa kerajaan Solo dan Yogyakarta.

Seni melukis kain menggunakan metode rintang malam (wax-resist dyeing) ini merupakan warisan budaya Indonesia yang telah mendunia dan bahkan diakui oleh UNESCO pada tahun 2009 sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity).

Sebagai bagian penting dari identitas budaya Indonesia, batik terus berkembang dan menginspirasi para perajin serta seniman dalam menghasilkan karya-karya yang mengagumkan, sementara tetap merawat kekayaan tradisional yang telah ada selama berabad-abad.

Di balik keindahan motif dan juga warnanya, mengutip laman resmi UNESCO, ternyata batik menyimpan filosofi yang mendalam yang melekat pada setiap sendi kehidupan orang Indonesia, lho! Mulai dari bayi yang digendong dengan kain batik, pun sampai dengan kelak ketika meninggal juga diselimuti dengan kain batik pemakaman.

Keragaman pola yang luas mencerminkan berbagai pengaruh budaya. Keindahan dan kompleksitas motif pada batik serta proses pembuatannya yang memakan waktu dan memerlukan keterampilan, menunjukkan tingginya nilai seni dan kultural yang terkandung di dalam kerajinan ini. Bersama setiap corak yang dihasilkan, batik menyimpan jejak sejarah, cerita, dan kearifan lokal yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Namun, tahukah kamu kalau di antara keragaman motif batik yang kita ketahui, ada beberapa yang tidak boleh kamu pakai secara sembarangan? Yuk, simak artikel tentang ragam motif batik beserta maknanya ini agar kamu tidak sembarangan mengenakan batik!

  1. Motif Parang

Motif ini, mengutip laman Kemenparekraf, dikenal sebagai motif batik tertua di Indonesia yang sudah ada sejak zaman Keraton Mataram, motif Parang menjadi salah satu batik yang cukup populer. Parang merupakan motif yang menggambarkan debur ombak laut selatan Yogyakarta yang menghantam karang.

Motif batik parang, melansir laman Wonderful Indonesia, mengandung petuah agar manusia tidak mudah menyerah terhadap segala yang terjadi dalam kehidupan dengan mana ditunjukkan oleh pola garisnya yang saling berkesinambungan menggambarkan konsistensi manusia dalam memperbaiki diri dari waktu ke waktu, pantang menyerah untuk mencapai kesejahteraan, serta menggambarkan bagaimana manusia terus memperbaiki hubungan dengan Tuhan, alam, dan sesamanya.

Namun, batik motif parang tidak boleh sembarangan kamu gunakan, salah satunya saat menghadiri acara pernikahan. Pasalnya, batik motif ini bisa diartikan sebagai senjata yang dianggap membawa kesialan bagi kedua mempelai.

Pun, mengutip laman Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, motif ini (dan variasinya) dulu hanya boleh dipakai oleh keluarga kerajaan.

  1. Motif Kawung

Mengutip laman Kemenparekraf, motif Kawung yang identik dengan bentuk bulat-bulat yang disusun geometris ini adalah salah satu motif batik terpopuler di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Mengutip laman Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, motif yang terdiri dari pola geometris dengan empat bentuk elips yang mengelilingi satu pusat ini melambangkan keblat papat lima pancer yang dimaknai sebagai empat sumber tenaga alam atau empat penjuru mata angin. Sehingga motif kawung diartikan sebagai pengingat manusia agar tidak melupakan asal usulnya.

Selain itu, mengutip laman Wonderful Indonesia, motif batik kawung juga dikenal sebagai lambang keperkasaan dan keadilan, sehingga tak heran jika dulunya motif ini hanya boleh dikenakan oleh orang-orang tertentu seperti pejabat keraton seperti Sentana Dalem.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore