
Wamenag Saiful Rahmat Dasuki (dua dari kanan) di Jakarta (30/8) malam. (Istimewa)
JawaPos.com - Merayakan hari lahirnya yang ke-17 tahun, Badan Wakaf Indonesia (BWI) merancang sejumlah inovasi. Diantaranya adalah membangun Bank Wakaf. Sambil terus meningkatkan literasi wakaf di tengah masyarakat.
Rencana membangun Bank Wakaf itu disampaikan langsung Ketua BWI Kamaruddin Amin dalam malam puncak Hari Lahir BWI di Jakarta pada Jumat (30/8). Perayaan itu dihadiri langsung Wakil Menteri Agama (Wamenag) Saiful Rahmat Dasuki. Dalam kesempatan itu, Kamaruddin mengatakan pentingnya mengelola wakaf dengan profesional dan inovatif di era digital saat ini.
Dalam roadmap perwakafan nasional 2024-2029, BWI menetapkan beberapa strategi utama. Termasuk diantaranya pengembangan Bank Wakaf. Bank Wakaf ini dilahirkan sebagai pendorong ekonomi berbasis syariah. Serta dalam rangka peningkatan kapasitas serta sertifikasi Nazhir. BWI juga berkomitmen untuk mengembangkan ekosistem wakaf uang dan wakaf produktif. Caranya dengan memanfaatkan teknologi digital seperti platform Wakaf Uang Nasional, QRIS, ATM, Mobile Banking, dan e-commerce.
Dirjen Bimas Islam Kemenag itu mengatakan, upaya lainnya adalah membangun kepercayaan publik dan mempermudah akses informasi bagi masyarakat menjadi prioritas BWI. "Kami mendorong pengelolaan wakaf yang tidak hanya amanah, tetapi juga responsif terhadap perkembangan teknologi," tambah Kamaruddin.
Dia juga mengatakan, seiring perkembangan zaman, pengelolaan wakaf di Indonesia menghadapi tantangan baru. Terutama di era society 5.0 saat ini. Menurut dia, teknologi dan data menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Kamaruddin mengatakan BWI harus terus berinovasi dalam mengelola aset wakaf. Agar tetap relevan dan memberikan manfaat maksimal.
Sementara itu dalam sambutannya, Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki menyoroti pentingnya sinergi antara Kementerian Agama dan BWI. Kolaborasi itu penting dalam menghadapi tantangan era digital ini.
"Kolaborasi yang erat antara BWI dan seluruh stakeholder adalah kunci keberhasilan kita dalam memajukan pengelolaan wakaf yang lebih modern dan akuntabel," kata Saiful. Lebih lanjut Saiful mengatakan, dukungan penuh Kementerian Agama dalam penguatan regulasi, peningkatan kapasitas, dan pengembangan teknologi pengelolaan wakaf di bawah komando BWI.
Dalam kesempatan ini, BWI juga menandatangani beberapa perjanjian kerjasama strategis. Di antaranya dengan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag untuk kerjasama literasi dan donasi penyelenggara perjalanan ibadah Umrah serta literasi calon jemaah haji. Kemudian kerjasama antara BWI dengan Universitas Brawijaya (UB) dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan peningkatan sumber daya manusia. Hilmi Setiawan

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
