Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 18 Agustus 2024 | 19.40 WIB

Tak Bisa Saksikan Langsung Upacara HUT Ke-79 RI di IKN, Sejumlah Warga yang Tak Dapat Undangan Kecewa dan Merasa Dibeda-bedakan

Pengibaran Sang Saka Merah Putih di Upacara detik-detik proklamasi di IKN. (Youtube)

 
JawaPos.com - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) untuk pertama kalinya digelar berbeda. Rangkaian upacara pengibaran dan penurunan bendera merah putih berlangsung di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur.
 
 
Upacara yang digelar di Istana Garuda IKN dan Istana Merdeka, Jakarta pada Sabtu (17/8) kemarin terbilang sukses. Bahkan, antusiasme warga untuk bisa menyaksikan langsung pengibaran bendera merah putih di IKN terbilang tinggi.
 
Namun, tidak semua warga di kawasan IKN yang bisa masuk untuk menyaksikan secara langsung pengibaran dan penurunan bendera merah putih. Hanya mereka yang memiliki undangan, yang dapat menghadiri secara langsung upacara di IKN.
 
Erniati, warga Muara Telake, Kalimantan Timur, menyesalkan tidak bisa menyaksikan langsung pengibaran bendera merah putih di halaman Istana Garuda IKN. Dengan bernada tinggi, ia menyebut merasa dibeda-bedakan, lantaran dirinya yang merupakan warga asli Kaltim tidak bisa hadir ke Istana IKN.
 
"Kami warga Kaltim kenapa di beda-bedakan, tidak ada undangan, sementara kami asli orang sini, kami mau terjun langsung melihat kemerdekaan Indonesia," kata Erniati sambil berteriak marah di depan pintu masuk IKN, Kaltim, Sabtu (17/8).
 
Erniati merasa terpinggirkan. Sebab, dirinya yang merupakan warga asli Kaltim, tetapi tidak bisa menyaksikan langsung upacara pengibaran dan penurunan bendera di IKN.
 
"Dimana kemerdekaan ini. Mentang-mentangnya awal mulanya ini cuma hutan, tapi seolah-olah kami terpinggirkan, kami tidak terima," cetus Erniati.
 
Senada juga disampaikan, Torus, warga Pontianak, Kalimantan Barat menyatakan bahwa seharusya pemerintah tak membeda-bedakan terhadap warga yang ingin menyaksikan langsung upacara pengibaran bendera di IKN. 
 
Ia menegaskan, warga tidak minta kursi untuk duduk. Melainkan, hanya bisa melihat secara langsung pengibaran sang saka merah putih di IKN.
 
"Kami dilarang, kami tidak minta kursi untuk duduk, kami hanya ingin menyaksikan dari jauh saja," pungkas Torus.

Adapun, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun memakai busana adat saat Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Istana Negara, Ibu Kota Nusantara, pada Sabtu (17/8). Jokowi mengenakan baju adat Nusantara yang terinspirasi dari Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, yakni baju adat Kustim.
 
Pakaian adat tersebut memiliki makna dalam sejarah Kesultanan Kutai Kartanegara, yang berlokasi di Provinsi Kalimantan Timur. Kesultanan ini dikenal sebagai salah satu kerajaan tertua di Indonesia dan dianggap sebagai cikal bakal Nusantara. 
 
Upacara yang juga diikuti secara hybrid dari halaman Istana Merdeka, Jakarta, berjalan dengan khidmat dan lancar. Presiden Jokowi bertindak sebagai inspektur upacara, memimpin langsung jalannya upacara. Presiden tampak didampingi oleh Ibu Negara, Iriana Joko Widodo.
 
Peringatan HUT Ke-79 Kemerdekaan RI tahun ini mengusung tema 'Nusantara Baru Indonesia Maju', yang menggambarkan momen pembuka bagi tiga transisi besar Indonesia yakni, penyambutan ibu kota baru, pergantian pemimpin, serta menyongsong Indonesia Emas 2045. (*)
Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore