
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (10/6). Foto: Ridwan/ JawaPos.com
JawaPos.com - Penyitaan handphone (HP) milik Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyita perhatian publik. Tagar RosaRusakKPK masuk dalam trending topik di media sosial X.
Publik ramai mengkritik keras tindakan salah seorang penyidik KPK, Rossa Purba Bekti menyita HP milik Hasto Kristiyanto saat menjalani pemeriksaan, pada Senin (10/6).
“Perampasan buku yang merupakan aset partai berkaitan dengan agenda strategis, hal ini merupakan upaya melemahkan sikap kritis PDIP karena semua barang dirampas dan tak ada kaitannya dengan kasus Harun Masiku,” tulis akun @YuliSugiyanto06, Jumat (14/6).
Akun Farel27 menyebutkan bahwa perbuatan Rossa dinilai sangat merugikan nama baik lembaga antirasuah.
“Ulah oknum yang jelas-jelas merusak nama KPK!. Bisa-bisanya melakukan perbuatan kek gitu, merampas barang pribadi. Tentunya hal ini mencoreng nama baik KPK,” tulisnya.
Perbuatan Rossa juga dianggap netizen merupakan bagian dari intimidasi ke salah seorang asisten Hasto, yakni Kusnadi. Karena itu, tindakan pelaporan Rossa ke Polda Metro Jaya dinilai merupakan langkah tepat.
“Penyidik KPK Rossa Purba Bekti memang aneh, gak transparan. Masa seenaknya main sita barang Kusnadi (staf Pak Hasto) padahal beliau juga gak ada tuh keterkaitannya dengan kasus tersebut. Jangan bikin publik trust issue sama KPK dong cuma karena satu orang aja,” tulis akun @ChienLung.
Sebelumnya, Staf pribadi Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Kusnadi melaporkan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Rossa Purbo Bekti ke Komnas HAM dan Bareskrim Polri. Pelaporan itu buntut penyitaan telepon genggam atau handphone (HP) milik Hasto oleh KPK.
Kusnadi mengklaim bahwa dirinya tidak tahu menahu pemeriksaan terhadap Hasto, pada Senin (10/6). Ia mengaku dirinya hanya mendampingi Hasto dari luar ruang pemeriksaan.
"Sebenarnya nih saya nggak tahu apa-apa, saya ini orang kecil. Saya anak orang desa, nggak tahu masalah hukum apa undang-undang. Kemarin saya itu lagi rokok kan di gedung KPK, halaman, saya dibilang itu katanya dipanggil sama bapak (Hasto)," ucap Kusnadi di kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Rabu (12/6).
Kusnadi mengaku, pada awalnya dirinya diminta penyidik KPK untuk menemui Hasto di ruang pemeriksaan. Saat itu, kata Kusnadi, ia ditemani oleh penyidik KPK yang mengenakan masker, topi dan berbaju hitam.
"Saya begitu denger dipanggil bapak saya langsung ke atas diantar sama tim yang nganter saya pakai baju hitam pakai masker," ungkap Kusnadi.
Tak sampai bertemu Hasto, lanjut Kusnadi, dirinya malah digeledah oleh penyidik KPK. Bahkan, Kusnadi mengaku sempat dibentak oleh penyidik.
"Begitu di atas, saya itu ngasih HP malah digeledah. Saya nggak tahu, padahal saya nggak ada kaitannya dengan saksi, dibilang bapak minta HP, ya saya kasih HP, tapi nggak sesuai yang diomongin sama Pak Rossa itu," ucap Kusnadi.
"Diinterogasi, dibentaknya 'Udah kamu diem aja'. Cuma kan saya orang biasa, saya takut," sambungnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
