Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 22 Januari 2024 | 17.40 WIB

Disebut oleh Muhaimin Iskandar di Debat Cawapres, Apa Makna dari Pertobatan Ekologis?

Muhaimin Iskandar dalam Debat Pilpres keempat. - Image

Muhaimin Iskandar dalam Debat Pilpres keempat.

JawaPos.com - Debat keempat Pilpres 2024 dilaksanakan untuk ketiga calon wakil presiden, Minggu (21/1).

Dalam debat tersebut, ketiga cawapres menjawab dan membahas tema sumber daya alam (SDA), energi, pangan, lingkungan hidup, pajak karbon, agraria, dan masyarakat adat.

Calon wakil presiden nomor urut 1, Muhaimin Iskandar, beberapa kali menyebutkan tentang ‘Pertobatan Ekologis’ dalam debat kedua untuk cawapres semalam.

Kalimat tersebut belum cukup familiar bagi kebanyakan orang, sehingga di media sosial pun ramai pembahasan makna ‘Pertobatan Ekologis’.

Pertobatan ekologis merupakan sebuah istilah yang disebutkan oleh Paus Fransiskus dalam Laudato Si.

Sebagai informasi, Laudato Si adalah dokumen ensiklik Ajaran Sosial Gereja (ASG) yang dikeluarkan oleh Paus Fransiskus tahun 2015 tentang perawatan rumah kita bersama.

Paus Fransiskus mendefinisikan pertobatan ekologis sebagai transformasi hati dan pikiran menuju cinta yang lebih besar terhadap Tuhan, sesama manusia, dan ciptaan-Nya.

Dikutip JawaPos.com dari website Laudato Si Movement, pertobatan ekologis adalah sebuah proses untuk mengakui kontribusi manusia terhadap krisis sosial dan ekologi, serta bertindak dengan cara untuk memelihara komunitas, menyembuhkan dan memperbarui rumah kita bersama. 

Pada dasarnya, pertobatan ekologis meliputi empat langkah, yaitu menyadari bahwa manusia telah merusak ciptaan Tuhan, bertobat dan kembali pada sang pencipta, komitmen untuk berubah dan menjadi pengelola ciptaan yang baik, dan pertobatan komunitas.

Paus Fransiskus menjelaskan sikap dan perubahan dalam diri manusia yang dapat dihasilkan dari penerapan pertobatan ekologis.

Antara lain rasa syukur dan pengakuan bahwa dunia adalah anugerah Tuhan yang penuh kasih, kemurahan hati dalam pengorbanan diri dan perbuatan baik, kesadaran penuh kasih akan persekutuan universal dengan ciptaan lainnya.

Serta kreativitas dan antusiasme yang lebih besar dalam menyelesaikan permasalahan dunia, dan perasaan tanggung jawab berdasarkan iman.

Warganet pun cukup terkejut dengan penggunaan istilah ‘Pertobatan Ekologis’ yang dilakukan oleh Muhaimin Iskandar.

“Sangat terkejut istilah ini keluar dari Cak Imin. Istilah Pertobatan Ekologis ini sangat Katolik, karena yang mencetuskan pertama kali adalah Paus Fransiskus dalam ensiklik Laudato Si (2015). Spontan atau tidak, aku sangat mengapresiasi konsep ini menembus tembok Gereja,” ujar warganet dengan akun @chriswibisana.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore