MUJARAB: Buah pir yang telah dikukus dengan jahe punya khasiat untuk saluran napas seperti sesak, demam, dan rasa haus akibat minuman beralkohol. (Angger .
Popularitas buah pir sebagai obat batuk belakangan ini meningkat di Indonesia. Cara penyiapannya adalah mengukus daging buah bersama jahe dan langsung dimakan. Manfaat pada saluran napas ini ternyata tercatat dalam berbagai buku pengobatan tradisional Tiongkok. Farmakope Tiongkok terbitan 220 Masehi mengungkapkan bahwan buah pir dipakai untuk mengatasi demam, menekan batuk, dan mengatasi haus.
---
BUAH pir dikonsumsi sejak ribuan tahun lalu. Pemakaiannya secara turun-temurun untuk kesehatan sudah didukung hasil penelitian ilmiah, yang membuktikan perannya dalam mengatasi gangguan kesehatan. Terutama menjauhkan orang dari kerusakan fungsi organ tubuh, yang mengakibatkan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol tinggi, obesitas, dan kanker. Kerusakan pada organ tubuh seperti itu erat berkaitan dengan kesehatan sel.
Khasiat buar pir dalam menjaga kesehatan bahkan dipromosikan sebagai salah satu bahan alam untuk mencegah infeksi Covid-19 terhadap orang dengan penyakit bawaan. Ini bisa dikaitkan dengan info pada ensiklopedia farmakope kuno Tiongkok tentang karakter buah pir seperti ”mendinginkan”, berasa manis, dan bersifat aman. Karakter inilah yang mendasari pemakaiannya untuk mengatasi sesak dada dan napas pendek.
Karakter buah pir juga mampu dalam ”mendinginkan” organ jantung dan mengatasi lendir di saluran napas. Info ini diperjelas melalui sebuah buku kuno Korea yang menguraikan khasiat buah dalam mengatasi gangguan fungsi saluran napas seperti sesak, demam, serta rasa haus akibat minuman beralkohol.
Nama ilmiah marga tanaman ini adalah Pyrus, dari keluarga Rosaceae, dengan berbagai variasi jenis. Dalam bahasa Inggris, pir dinamakan pear. Tanaman ini diketahui berasal dari daerah pegunungan di bagian barat daya Tiongkok ribuan tahun lalu serta kini tersebar di Asia, Eropa, dan Afrika. Pir Eropa atau disebut juga pir Barat sering kali disebut dengan nama Pyrus communis. Pir Asia disebut Pyrus pyrifolia. Di antaranya, pir Tiongkok, Jepang, dan Korea. Pir ini punya ciri dan kualitas khusus seperti bentuk dan kandungan zat bioaktif.
Kandungan utama buah adalah air sekitar 80 persen, serat, gula, dan fruktosa. Kandungan zat bioaktif adalah golongan polifenol, flavonoid, terpenoid, dan glukosida yang tersebar pada daun, biji, daging buah, dan kulit. Senyawa yang menyusun kandungan itu, antara lain, arbutin, oleanolic acid, ursolic acid, chlorogenic acid, epicatechin, dan rutin.
Kaya Nutrisi
Popularitas buah pir meningkat, terutama karena rasa dan kekayaan nutrisi kandungannya. Selain pir dikonsumsi dalam keadaan segar, dari buahnya sudah dihasilkan produk komersial seperti selai, jus, jeli, dan lain-lain. Tiongkok adalah salah satu negara penghasil buah pir terbesar dunia. Terdapat sekitar 2.000 jenis kultivar tanaman pir dengan beberapa jenis asli dari Tiongkok.
Kajian ilmiah membuktikan bahwa terdapat perbedaan bentuk, rasa, jenis kulit, bau, dan kandungan buah yang berasal dari lokasi penanaman berbeda. Peneliti Tiongkok mempelajari kandungan tiga jenis buah dari area tanam berbeda di negara tersebut. Penelitian itu berhasil mendeteksi ratusan zat kandungan. Di antaranya, 68 jenis karbohidrat, 50 polifenol, 21 asam amino, dan 20 vitamin. Penelitian ini memperkuat pendapat bahwa lokasi budi daya menentukan jenis kandungan buah. Misalnya, jenis karbohidrat dan asam organik menentukan rasa manis dan asam.
Yang menarik adalah terdeteksinya kandungan vitamin B3 ( β-nicotinamide mononucleotide), vitamin K4 (acetomenaphthone), dan vitamin B5 (pantetheine) yang kadarnya berbeda antarbuah. Vitamin B3 dapat diubah menjadi zat yang diperlukan untuk menjaga viabilitas sel, yaitu berperan pada upaya pencegahan penuaan dini.
Khasiat sebagai Pemutih Kulit
Mencerahkan kulit adalah bagian penting dalam dunia kosmetologi selain upaya mengatasi kerutan dan memperlambat penuaan. Buah pir sudah diketahui mengandung zat pemutih kulit bernama arbutin. Degradasi zat itu menghasilkan senyawa hidrokuinon yang memang dipakai sebagai skin bleaching agent atau agen pencerah kulit.
Melalui studi diketahui mekanisme kerjanya, yaitu menghambat enzim tirosinase. Ini adalah enzim yang berperan dalam menghasilkan pigmen, termasuk melanin, yang mengakibatkan kulit berwarna gelap. Selain arbutin, ada zat protocatechuic acid pada kulit buah dan berkhasiat sebagai pemutih. Cara kerjanya, menghambat pembentukan melanin melalui uji dengan hewan coba.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
