Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 24 Desember 2021 | 18.48 WIB

Gus Yahya jadi Ketum PBNU, Muhammadiyah: Semoga Lebih Memajukan NU

Khatib Aam PBNU masa khidmat 2015-2021 Yahya Cholil Staquf memberikan keterangan pers di UIN Raden Intan, Lampung, Kamis (14/12/21). FOTO: HENDRA EKA/JAWA POS - Image

Khatib Aam PBNU masa khidmat 2015-2021 Yahya Cholil Staquf memberikan keterangan pers di UIN Raden Intan, Lampung, Kamis (14/12/21). FOTO: HENDRA EKA/JAWA POS

JawaPos.com - Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya KH. Yahya Cholil Tsaquf, sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2021-2026. Hal ini setelah NU menggelar Muktamar ke-34 di Lampung.

"Selamat kepada KH. Yahya Cholil Tsaquf atas amanah sebagai Ketua Umum Tanfidziah NU. Selamat kepada warga NU yang telah sukses menyelenggarakan Muktamar dengan aman, tertib, dan lancar," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti dalam keterangannya, Jumat (24/12).

Mu'ti mengharapkan, Gus Yahya bisa lebih memajukan NU sebagai gerakan Islam yang moderat dan memperkuat kerjasama dengan ormas Islam lainnya.

"Semoga Gus Yahya dapat lebih memajukan NU sebagai gerakan Islam yang moderat dan memperkuat kerjasama dengan ormas Islam dan organisasi keagamaan di tanah air maupun mancanegara," harap Mu'ti.

Sebagaimana diketahui, KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya terpilih sebagai ketua umum PBNU masa khidmat 2021-2026 dalam muktamar ke-34 di Lampung. Suara dukungan pada mantan katib Aam itu mengungguli Prof KH Said Aqil Siraj.

Dalam pemilihan di Gedung Serba Guna (GSG) Universitas Lampung (Unila) pada Jumat (24/12) pagi, Gus Yahya mendapatkan 337 suara dan Prof KH Said Aqil Siraj meraih 210 suara. Kemenangan Gus Yahya itu pun mendapat sambutan salawat dari para peserta muktamar.

Proses pemilihan ketua umum PBNU berlangsung sejak Jumat dini hari. Sebelumnya, dalam proses penjaringan sebagai bakal calon, sempat muncul sejumlah nama. Yakni, Gus Yahya mendapatkan 327 suara dan KH Said Aqil Siraj (203 suara). Beberapa nama lain ada KH As’ad Al (17 suara)i, KH Marzuki Mustamar (2 suara), Ramadhan Buayo (1 suara), tidak sah 2 suara.

Sesuai tata tertib (tatib) dalam muktamar, untuk dapat menjadi calon ketua tanfidziyah harus mengantongi minimal 99 suara. Karena itu, yang berhak maju menjadi calon pada tahapan pemilihan hanya Gus Yahya dan KH Said Aqil Siraj.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore