alexametrics

Omicron Termasuk VOC, Epidemiolog: Waspada Narasi Meremehkan!

24 Januari 2022, 14:38:34 WIB

JawaPos.com – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah menetepakan varian Omicron sebagai Variant Of Concern (VOC). Omicron dikategorikan sebagai VOC karena memiliki daya tular yang cepat dan menyebar ke seluruh negara.

Apalagi belakangan ini, sejumlah negara mulai melaporkan kasus kematian karena Omicron termasuk Indonesia. Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman menegaskan agar masyarakat tidak memandang remeh varian ini

“Omicron memang lebih ringan daripada Delta, tapi bisa mematikan, bisa sangat serius. Narasi meremehkan akan berbahaya. Dia bisa menyebar bahkan dua kali lebih cepat daripada Delta,” tegas Dicky kepada JawaPos.com, Senin (24/1).

Menurut Dicky, VOC menjadi indikator bahwa sebuah varian bisa memperburuk situasi pandemi dan bisa menyebabkan kematian. “VOC itu berbahaya, serius dampaknya, ada potensi menyebabkan kematian, atau keparahan masuk rumah sakit. Setiap VOC itu punya kelebihan masing-masing atau daya rusak masing-masing,” katanya.

Dicky menegaskan saat bicara kematian karena Omicron, maka tak ada bedanya dengan varian Delta, Alfa, atau virus asli saat di Wuhan, Tiongkok.

“Mereka yang punya komorbid, kategori lansia, dan belum divaksin lebih mungkin mengalami fatalitas atau meninggal. Ini baru kita lihat di Indonesia terjadi pada lansia, kalau tak cepat melakukan mitigasi, kematian pada anak bisa muncul. Seperti juga terjadi di negara lain,” kata Dicky.

“Saat ini, masih ada kurang lebih ya 40 persen populasi di Indonesia yang masih rawan karena belum divaksin. Ini bicara vaksin 2 dosis lho ya,” tambahnya.

Ia melanjutkan, cakupan vaksinasi pada lansia pun masih 50 persen, sehingga belum seluruhnya aman. Apalagi jika bicara booster, masih sangat minim.

“Kalau tidak segera booster, mereka akan jadi korban. Anak-anak juga akan jadi korban, banyak yang belum divaksin penuh, termasuk lindungi anak-anak di bawah 6 tahun maka orang dewasanya harus divaksin,” kata Dicky.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads