Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 29 Desember 2023 | 16.20 WIB

Pintu Gerbang RSUD Haulussy Ambon Disegel Pemilik Lahan, Dokter hingga Pegawai Ternyata Sudah Mogok Kerja 2 Pekan

Seorang warga sementara berjalan menuju pintu gerbang RSUD Haulussy Ambon untuk membuka gembok dan memberikan jalan bagi seorang tenaga medis yang hendak pulang. (28/12).

JawaPos.com - Pintu gerbang masuk RSUD dr. M. Haulussy Ambon, Maluku, digembok oleh pihak Yohanes Tisera alias Buke. Musababnya, pemilik lahan itu belum mendapatkan pembayaran ganti rugi lahan sekitar Rp 42 miliar oleh Pemerintah Provinsi Maluku.

"Hari ini ada aksi penyegelan pintu gerbang RSUD Haulussy dan kehadiran kami untuk memberikan imbauan kamtibmas," kata Kapolsek Nusaniwe Iptu Johan Anakotta di Ambon, dikutip dari Antara, Kamis (29/12).

Kapolsek bersama sejumlah personel menemui pemilik lahan yang diwakili penasihat hukumnya Adolf H serta Raja (Kades) Negeri Urimessing, Kecamatan Nusaniwe (Kota Ambon) Yohanes Tisera, saat dilakukan aksi penyegelan.

Penyegelan dilakukan pada dua gerbang utama depan rumah sakit, sebuah pintu menuju apotek, dan pintu gerbang bagian belakang rumah sakit yang merupakan jalan masuk menuju kamar jenazah RSUD.

Menurut dia, aksi penyegelan berlangsung aman dan tidak ada protes, sehingga polisi meninggalkan lokasi RSUD dan tinggal penasihat hukum beserta sejumlah orang yang melakukan penjagaan gerbang RSUD yang sudah disegel.

Disegelnya semua pintu masuk RSUD Haulussy karena sejak pekan lalu telah dilakukan pemasangan spanduk penyegelan oleh pemilik lahan akibat tiga tahun memperjuangkan pembayaran ganti rugi lahan, namun tidak ada realisasi dari Pemprov setempat.

Pantauan di RSUD tersebut, tersisa dua pasien gagal ginjal yang sementara menjalani perawatan cuci darah ditambah 26 pasien rawat jalan.

Baca Juga: Diduga Korsleting Listrik, Tiga rumah di Pulogadung Ludes terbakar

Sementara sejumlah tenaga medis yang sementara bertugas hendak pulang harus meminta warga yang memegang kunci gembok untuk membuka pintu gerbang agar mereka bisa pulang.

Dampak dari aksi mogok para dokter dan tenaga perawat hingga pegawai honor daerah di RSUD Haulussy sejak Senin, (18/12) hingga aksi penyegelan rumah sakit juga turut dirasakan para warga yang berjualan di depan RSUD, tukang ojek, maupun supir angkot.

"Biasanya kios kami yang menjual makanan, minuman, atau rokok cukup laris di malam hingga pagi hari, tetapi sekarang sangat sepi dan ada beberapa kios yang terpaksa tutup," ujar Marice, salah satu penjaga kios.

Salah satu pengemudi angkot jurusan Terminal Mardika-Kudamati juga mengakui penumpang sangat sepi, karena aktivitas pelayanan kesehatan di RSUD Haulussy mandek.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore