
Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas. (kemenag.go.id)
JawaPos.com - Yaqut Cholil Qoumas selaku Menteri Agama (Menag) turut memberikan komentar terkait proses kampanye Pemilu 2024.
Dikutip dari Antara pada Selasa (26/11), Yaqut Cholil Qoumas meminta agar sisi kultus dalam beragama tidak dijadikan sebagai lelucon atau guyonan dalam hiruk pikuk politik menuju Pemilu 2024.
Hal tersebut disampaikan oleh Menag usai acara pengukuhan Relawan Moderasi Beragama dan Deklarasi Pemilu Damai di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Nusa Tenggara Barat (NTB) di Lapangan Sangkareang, Kota Mataram, Selasa (26/11).
"Nah justru itu, sebenarnya guyonan soal agama itu kan sering dilakukan. Banyaklah kalau kita kalau browsing kita lihat di Youtube misalnya banyak orang menjadikan agama sebagai bahan guyonan. Saya kira sih kalau bisa dihindari, jangan gunakan agama sebagai guyonan," ujarnya.
Gus Yaqut menuturkan bahwa tingkat sensitivitas publik pada tahun politik meningkat.
Maka dari itu, pihaknya tidak menginginkan jika agama dijadikan bahan candaan, karena hal tersebut bisa memantik reaksi publik secara luas.
"Tetapi memang kadang-kadang itu menjadi ramai kalau ketemu momentum politik seperti ini, dikorek-korek. Itu dulu yang guyon soal agama itu, ndak ketemu momentum politik juga ndak apa-apa. Sekarang ketika ketemu momentum politik, maka lain jadinya," katanya.
Ia mengimbau para aktor politik, para tuan guru, ulama untuk berhenti menyinggung atau menjadikan anasir-anasir agama sebagai lelucon.
"Saya kira sudahlah, sudahi, baik menggunakan agama sebagai alat politik, bahan candaan atau apapun, jangan. Sudah berhenti, yang sudah ya sudah, ndak perlu diulangi ndak perlu sampai tuntut-tuntut," jelas Yaqut.
Sebelumnya, beredar video viral di tengah masyarakat terkait pernyataan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan terkait gerakan tahiyat dalam sholat hingga pengucapan amin setelah bacaan Al Fatihah.
Video viral tersebut menuai banyak komentar berbagai pihak. Tak hanya itu, usai video Zulhas viral, muncul lagi potongan video capres nomor urut 1 Anies Baswedan dan ulama kondang Ustadz Abdul Somad (UAS).
Dalam video berdurasi 48 detik tersebut, menampilkan percakapan antara UAS dan Anies. Video itu juga ramai diperbincangkan netizen, baik yang pro dan kontra terkait hal itu.
***

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
