
Pasokan beras Bulog di Jatim sekitar 300 ribu ton dan itu aman untuk memenuhi permintaan selama Nataru. (Andy Satria/radar surabaya)
JawaPos.com – Jelang Natal dan tahun baru (Nataru), Perum Bulog Kanwil Jawa Timur memastikan stok beras aman dan tercukupi.
Tak hanya itu, Bulog Jatim juga menggelar operasi pasar untuk stabilisasi harga beras.
Dikutip dari Radar Surabaya, Ermin Tora selaku Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jatim mengatakan jika stok beras Bulog Jatim sekitar 300 ribu ton.
Stok ini aman untuk mengantisipasi peningkatan permintaan pada momen Nataru.
“Bahkan stok ini mampu mencukupi hingga awal tahun ke depan. Selain itu, jumlah stok tersebut juga masih bisa untuk menyuplai daerah di kawasan Indonesia Timur,” jelasnya pada Senin (11/12).
Ia menambahkan jika masyarakat tidak perlu khawatir. Kebutuhan beras masyarakat dijamin tersedia dengan harga yang terjangkau,
Pemantauan secara terus menerus dilakukan oleh Bulog di tengah situasi saat ini. Dengan adanya penambahan pasokan beras dari Bulog maupun dari panen padi, diharapkan dapat mengendalikan harga beras di pasaran.
“Kami yakin dengan penambahan pasokan beras secara rutin ke pasaran utamanya pasar-pasar tradisional dengan harga di bawah HET maupun secara insidental melalui operasi pasar penjualan pangan secara langsung ke masyarakat di beberapa lokasi bekerja sama dengan pemda setempat,” katanya.
Menurut Ermin, kegiatan operasi pasar yang dilakukan terbukti efektif menjaga stabilitas harga beras di tingkat konsumen.
“Yang menjadi fokus kami saat ini adalah stabilitas harga beras di masyarakat, untuk itu kami akan upayakan semaksimal mungkin pelaksanaan program stabilisasi tersebut tanpa ada unsur kepentingan apapun kecuali kepentingan rakyat,” ucapnya.
Saat ini Bulog bersama-sama Pemda/TPID untuk menjaga harga beras di tingkat konsumen.
Berdasarkan Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) per Senin (11/12), di Jatim harga rata-rata untuk komoditas beras medium Rp11.283 per kilogram (kg). Harga rata-rata tertinggi di Kabupaten Pamekasan Rp12.300 per kg dan harga rata-rata terendah di Kota Madiun Rp10.600 per kg. Untuk di Kota Surabaya Rp10.900 per kg.
Sementara harga rata-rata beras premium Jatim adalah Rp 13.924 per kg. Harga rata-rata tertinggi di Kota Malang Rp14.750 per kg dan harga rata-rata terendah di Kabupaten Mojokerto Rp12.725 per kg serta untuk di Kota Surabaya rata-rata Rp14.000 per kg.
Di sisi lain, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa berdasarkan angka sementara Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi Jatim tahun 2023 menghasilkan 9,59 juta ton GKG. Sementara produksi padi nasional 53,63 juta ton GKG dan Jatim berkontribusi 17,89 persen terhadap produksi padi nasional.
“BPS memprediksi tahun 2023. Insya Allah produksi padi di Jatim kembali tertinggi di antara seluruh provinsi di Indonesia,” ungkapnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
