JawaPos.com - Cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka tidak menghadiri acara debat dan dialog Calon Pemimpin Bangsa yang digelar Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Surabaya, hari ini, Jumat (24/11). Acara ini hanya dihadiri oleh capres Prabowo Subianto.
"Sekretaris TKN Prabowo-Gibran, Saleh Daulay menginformasikan ke saya jika Gibran tidak bisa hadir di acara dialog pagi ini di Attaqwa Tower Universitas Muhammadiyah Surabaya," kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Abdul Mu'ti.
Mu'ti mengaku tidak tahu alasan Gibran absen di kegiatan tersebut. Namun, dua putaran kegiatan yang sama sukses digelar, yakni di Edutorium UMS Solo pada Rabu (22/11) yang dihadiri Paslon 01 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, dan pada Kamis (23/11) di kampus UMJ Jakarta yang dihadiri paslon 03 Ganjar-Mahfud MD semuanya berjalan lancar.
Menanggapi absennya Gibran, Direktur Eksekutif Moya Institute Hery Sucipto menyayangkannya. Apalagi tidak ada alasan yang jelas.
"Sangat disayangkan ketidakhadiran Gibran. Itikad baik PP Muhammadiyah menghadirkan semua capres cawapres di lingkungan kampus Muhammadiyah sejatinya bertujuan mulia, yakni meningkatkan pendidikan politik publik secara umum," tegas Hery.
Menurut dia, dialog di Muhammadiyah itu sangat strategis menjadi forum untuk memaparkan visi dan misi capres cawapres jika kelak terpilih memimpin Indonesia. Ketidakhadiran Gibran menjadi hal negatif.
"Publik jadi tahu apa gagasan, ide dan rancang bangun para capres cawapres untuk membangun bangsa ke depan. Dengan begitu publik diharapkan tidak salah dan bisa memilih calon pemimpin bangsa dengan baik. Pilihan terbaik lah. Publik juga bisa lebih tahu rekam jejak capres cawapres," lanjut Hery.
Sementara, Sekretaris TKN Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, Nusron Wahid mengatakan, pasangan tersebut berbagi tugas untuk menghadiri dua acara penting berbeda secara bersamaan. Sehingga acara Muhammadiyah dihadiri oleh Prabowo, sedangkan Gibran hadir di acara PP Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) di Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Mojokerto, Jawa Timur.
“NU dan Muhammadiyah adalah komponen penting dalam lanskap Islam rahmatan lil alamin di Indonesia, sehingga tidak mungkin dinafikan satu sama lain. Oleh karena itu Prabowo dan Gibran berbagi tugas,” kata Nusron.
Dia mengatakan, pembagian tugas ini adalah hal yang harus dilakukan oleh Prabowo dan Gibran. Sebab kedua acara itu penting.
“Mohon maaf kepada masyarakat yang ingin keduanya hadir bersamaan, tetapi bagi kami dua acara ini sama pentingnya dan pembagian tugas ini adalah jalan tengahnya,” pungkas Nusron.