Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 November 2023 | 15.53 WIB

Muhadjir Effendy Sebut Muhammadiyah Bisa Edukasi Masyarakat tentang Sejarah Organisasinya Lewat Wisata

Menko PMK Muhadjir Effendy saat melakukan kunjungan kerja ke Papua. - Image

Menko PMK Muhadjir Effendy saat melakukan kunjungan kerja ke Papua.

JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menilai, pengelolaan wisata Muhammadiyah harus menerapkan asas inklusivitas. Dengan begitu, pariwisata akan mengalami kemajuan.
 
Inklusivitas yang dimaksud adalah menerima perubahan dan perkembangan zaman, serta melihat berbagai peluang yang ada tanpa melihat unsur keorganisasian. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan pidato kunci pada kegiatan Musyawarah Nasional 1 Jaringan Wisata Muhammadiyah (JWM).
 
"Perlu ada renungan mendalam terutama berkaitan dengan mengembangkan industri pariwisata Muhammadiyah. Muhammadiyah harus inklusif, jangan hanya menyediakan industri wisata untuk anggota Muhammadiyah," ujar Muhadjir, Selasa (21/11).
 
Dia menuturkan, salah satu hal yang bisa dikembangkan dalam wisata Muhammadiyah adalah membangun situs rekam jejak pendiri Muhammadiyah, Ahmad Dahlan di Kampung Kauman Jogjakarta. Situs tersebut bisa menjadi objek wisata religi yang sangat besar manfaatnya untuk edukasi masyarakat luas.
 
Dia mengatakan, Jogjakarta bisa menjadi pusat dalam mengenalkan sejarah Muhammadiyah pada masyarakat luas. "Kauman situs Muhammadiyah kalau bisa harus ada rekonstruksi besar-besaran di Kauman. Di mana Kiai Dahlan melaksanakan salat, musala, kemudian di mana beliau suka wudu, di mana dia tidurnya, kemudian ziarah makam, situs tempat momen Kiai Dahlan dan Assabiqunal Awwalun," ucap Ketua PP Muhammadiyah itu.
 
Menurut Muhadjir, Muhammadiyah harus lebih inklusif dan terbuka dengan perubahan. Termasuk melakukan pembiasaan terhadap salawat, ziarah makam, yang juga bisa menjadi potensi wisata Muhammadiyah. Dan dia juga mengatakan Muhammadiyah tidak boleh mengkotak-kotakan dalam hal pariwisata.
 
"Harus ada keberanian untuk lebih inklusif. Saya bayangkan kalau itu dibuka lebih inklusif sensitif terhadap perubahan inovasi," ucapnya.
 
Dalam hal ini, Menko PMK juga mendorong agar anak-anak muda Muhammadiyah bergerak dan bisa menekuni dunia pariwisata untuk kesjahteraan masyarakat Muhammadiyah. "Talent scouting anak muda dari Muhammadiyah untuk menekuni dunia bisnis pariwisata. Karena ke depan green economy backbonenya industri wisata," ungkapnya.
 
Muhadjir mengatakan, kedepannya industri pariwisata akan sangat strategis. Karenanya dia meminta Muhammadiyah bisa terus memperkuat pariwisata dan melihat peluang yang ada.
 
"Saya rasa ini sangat strategis. Ada sesuatu yang sangat esensial untuk memperkuat posisi Muhammadiyah ke depan. Harus inklusif. Kalau ga perlu dikit-dikit Muhammadiyah. Harus lebih banyak inklusif dan profit. Social enterprise," pungkas Muhadjir. 
Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore