
Anies Baswedan- Muhaimin Iskandar selesai melakukan rangkaian pemeriksaan kesehatan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Sabtu (21/10). (Abdul Rahman)
JawaPos.com - Dalam kontestasi Pilpres 2024 ini, tercatat pasangan bacapres dan bacawapres Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar alias Cak Imin (AMIN) adalah pasangan yang digadang-gadang menjadi antitesa dari rezim Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ini tercermin dari slogan hingga nama koalisi pasangan ini: perubahan.
Kata perubahan itu membuat posisi pasangan AMIN menguat sebagai "oposisi" dari pemerintahan saat ini. Dalam visi, misi, dan program AMIN yang berjudul "Indonesia Adil Makmur Untuk Semua", Anies dan Cak Imin menyebut bahwa perubahan merupakan suatu keniscayaan.
Belum lagi, kondisi tanah air, menurut keduanya belum menghadirkan satu kemakmuran. Padahal, para founding fathers bangsa sudah membuat Indonesia satu bangsa, satu tanah air, satu NKRI, dan satu tanah air.
"Masih banyak rakyat yang sulit mendapatkan akses kesehatan dan pendidikan yang layak dan terjangkau. Kemiskinan masih sangat kasat mata, pengangguran ada di mana-mana. Di lain sisi, ketimpangan ekonomi dan kesempatan masih sangat menganga," tulis Anies dan Cak Imin dalam dokumen visi, misi, dan program kerjanya yang diterima wartawan.
Ia mencontohkan bahwa Jawa sentris masih mengakar di Indonesia. Ia menyebut rakyat di Pulau Jawa secara umum mendapatkan kebutuhan pokok dengan mudah dan dengan harga lebih terjangkau dibandingkan dengan rakyat di luar Jawa, apalagi di kawasan pesisir, kepulauan, dan pedalaman.
Selain itu, ia menyoroti bahwa mereka yang tinggal di gugusan kepulauan nusantara harus merantau demi mendapatkan pendidikan yang berkualitas karena faktanya 9 dari 10 kampus terbaik Indonesia ada di Pulau Jawa.
"Banyak daerah kehilangan talenta terbaik mereka karena tersedot oleh kesempatan yang dijanjikan kota-kota besar, terutama di Jawa; padahal idealnya mewujudkan mimpi dapat dilakukan tanpa harus meninggalkan kampung halamannya," jelas AMIN.
Di sektor lain, Indonesia dikaruniai alam yang indah, ramah, dan kaya. Pangan, migas, kelapa sawit, batu bara, mineral, hasil laut, dan sederet hasil alam lainnya membuat dunia terpesona. Namun, menurut Anies dan Cak Imin hal itu tak dirasakan secara merata manfaatnya.
"Mereka yang tinggal di sekitar kekayaan alam itu berada, seringkali tidak ikut terlibat dalam rantai pasok ekonomi, walau mereka ikut merasakan dampak lingkungan yang diakibatkan," sebutnya.
"Di atas kertas, laut menyatukan pulau-pulau kita, tetapi realitanya, mengirimkan hasil bumi dari Kalimantan, Sumatra, Sulawesi dan Papua ke Jawa atau pulau-pulau lainnya, jauh lebih mahal daripada mengirimkan produk yang sama dari Australia, Tiongkok, India, atau Pakistan," sambung AMIN dalam dokumen visi-misinya.
Lebih jauh lagi, ia mengungkapkan bahwa kualitas hidup di desa hampir selalu lebih buruk daripada di kota dan hubungan antara kota dan desa cenderung eksploitatif. Ia menyebut bahwa sektor pertanian dan kelautan yang teramat penting dan mempekerjakan sekitar 30% tenaga kerja lokal, justru menjadi simpul kemiskinan.
Bahkan UMKM dan Koperasi yang semestinya menjadi motor kesejahteraan masyarakat, tidak mampu berperan karena belum diperankan.
Dengan berbagai latar belakang itu, Anies dan Cak Imin merasa perlu untuk menghadirkan perubahan. Dengan begitu, rasa satu kemakmuran yang dicanangkannya itu dapat terwujud.
"Tugas kita ke depan adalah mewujudkan keadilan sosial yang sebenarnya, melalui Satu Kemakmuran. Kondisi di mana kesejahteraan diwujudkan secara berkeadilan. Kondisi di mana negara membesarkan yang kecil tanpa mengecilkan yang besar. Kondisi di mana setiap keluarga berkecukupan dalam kebutuhan dasar, bisa menabung dan bisa merencanakan masa depan," pungkasnya.
Royyan

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
