Lokasi Pulau Rempang Cate yang jadi konflik lahan
JawaPos.com - Belakangan ini ramai pemberitaan mengenai konflik tanah di Pulau Rempang, Batam. Sejumlah warga terlibat bentrok dengan aparat, buntut rencana pengembangan kawasan wisata baru, Rempang Eco City. Bentrokan tersebut tidak dapat dielakkan, sehingga situasi saat itu sempat ricuh.
Setidaknya dari bentrokan yang terjadi usai aksi penolakan masyarakat terhadap rencana proyek Rempang Eco City, beberapa orang mengalami luka-luka menyusul situasi penolakan yang kian ricuh.
Atas kejadian tersebut sejumlah mata tertuju pada isu konflik penguasaan Pulau Rempang antara pihak BP Batam dan masyarakat adat setempat.
Sejumlah tokoh nasional turut menanggapi isu yang menjadi hangat diperbincangkan ini, tidak terkecuali dengan pendakwah kondang asli Kepulauan Riau, Ustad Abdul Somad.
Ustad Abdul Somad yang merupakan sosok pendakwah kondang itu turut berkomentar usai bentrok penolakan penguasaan lahan untuk Rempang Eco City.
Dalam unggahannya menanggapi kisruh yang terjadi di Pulau Rempang dan Galang, Ustad Abdul Somad, menyebutkan bahwa masyarakat rempang merupakan prajurit terbilang.
Hal itu sebagaimana ia ungkapkan dengan menukil perkataan salah seorang cendekiawan Melayu Prof. Dr. Dato' Abdul Malik, M. Pd.
"Sebetulnya penduduk asli Rempang, Galang dan Bulang adalah keturunan para prajurit Kesultanan Riau Lingga yang sudah eksis sejak 1720 masa pemerintahan Sultan Sulaiman Badrul Alam Syah I," tulis Ustad Abdul Shomad seraya menukil seorang cendekiawan Melayu tersebut, dikutip JawaPos.com dari akun Instagram @ustadzabdulsomad_official.
Mereka inilah yang pada zamannya itu menjadi prajurit Raja Haji Fisabilillah selama Perang Riau I (1782-1784). Dibawah pimpinan Sultan Mahmud Riayat Syah, mereka menjadi prajurit pada Perang Riau II (1784-1787).
Sultan Mahmud Riayat Syah kemudian sempat hijrah ke Daik-Lingga pada tahun 1787, saat itu Rempang, Galang dan Bulang dijadikan tempat basis pertahanan terbesar Kesultanan Riau Lingga.
"Kala itu pasukan Belanda dan Inggris tak berani memasuki wilayah Kesultanan Riau Lingga. Anak cucu merekalah sekarang yang mendiami Rempang Galang secara turun temurun," ungkapnya.
Namun setelah bertahun-tahun mendiami Pulau Rempang dan Galang, kini masyarakat adat yang secara turun temurun mendiami pulau di Batam tersebut harus berkikisan dengan proyek industrialisasi Rempang Eco City.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
