JawaPos.com - Dua politikus PDI Perjuangan Gibran Rakabuming Raka dan Budiman Sudjatmiko menghadiri Kopdarnas Partai Persatuan Indonesia (PSI) di Istora Senayan, Jakarta, pada Selasa (22/8) malam. Momen menarik terjadi saat keduanya hadir dalam acara tersebut.
Budiman yang tengah mengobrol dengan Helmy Yahya soal PDIP, tiba-tiba diceletuki oleh putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu. "Loh, nggak jadi dipecat toh mas?" celetuk Gibran yang disambut tawa dari simpatisan PSI.
Budiman yang dibercandai oleh Gibran pun ikut tertawa. Ia lantas memberikan tanggapan atas pernyataan Gibran tersebut.
"PDI Perjuangan kayak Real Madrid bro, banyak bintangnya, jadi wajar lah ya," jawab Budiman.
Dalam kesempatan itu, Budiman menyebut dirinya dengan Gibran berasal dari partai politik yang sama, yakni PDIP. Namun, tidak merasa di rumah yang berbeda meski hadir ke dalam acara PSI.
"Pertama warnanya sama, merah. Kedua pengurusnya banyak teman-teman lama saya berdiskusi maupun nongkrong. Jadi saya di sini tidak merasa ada di rumah orang lain. Saya bermain ke sini seperti di rumah sendiri," ungkap Budiman.
Sebelumnya, Budiman Sudjatmiko secara resmi mendeklarasikan dukungan terhadap Prabowo Subianto dengan meresmikan relawan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) di Marina Convention Center, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (18/8). Budiman memastikan dirinya dan Prabowo Subianto akan bersama-sama merebut masa depan Indonesia menjadi negara maju.
"Saya Budiman Sudjatmiko dengan masa lalu saya, Pak Prabowo dengan masa lalunya. Kita ingin sama-sama rebut masa depan bersama rakyat Indonesia," ucap Budiman saat deklarasi dukungan.
Budiman melanjutkan, ia bersama Prabowo akan membawa Indonesia menjadi negara kuat untuk mengatasi segala tantangan yang paling berat sekalipun.
"Saya berdoa pada Tuhan, pada Allah SWT saya tidak akan berdoa jalan ke depan akan dimudahkan tidak, itu orang yang lemah, saya mau berdoa bukan dimudahkan jalan tapi dikuatkan bangsa Indonesia agar bisa mengatasi tantangan-tantangan paling berat sekalipun, kuatkan kami untuk Indonesia bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Merdeka," tegas Budiman.
Pasca dukungan Budiman ke Prabowo, sampai saat ini PDIP belum memberikan sanksi apapun untuk Budiman. Sebab, pilihan politik Budiman berbedan dengan PDIP yang akan mengusung Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden (capres) pada Pemilu 2024.