JawaPos.com - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono diminta menarik pasukan TNI dari Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan. Ihwal adanya permintaan ini dikatakan salah satu tokoh gereja di tanah Papua Pendeta Dr Socratez Sofyan Yoman, MA.
“Untuk menghindari dan meminimalisir adanya korban nyawa dari pihak TNI-Polri, masyarakat sipil dan TPNPB, saya meminta seluruh pasukan TNI-Polri yang ada di Kabupaten Nduga ditarik kembali,” ujar Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua Socratez Yoman ,dalam isi surat dikuti dari Cenderawasih Pos (Jawa Pos Group), Rabu (26/4).
Gembala DR. A.G. Socratez Yoman
Menurutnya, wilayah Nduga disterilkan untuk memberikan akses atau kesempatan dan waktu kepada tim kemanusiaan di antaranya pihak Gereja, tokoh adat dan masyarakat yang ditunjuk Egianus dan didukung negara dan TNI untuk berkomunikasi dengan Egianus Kogeya dan anggotanya untuk pembebasan pilot Philip Mark Mehrthens.
“Egianus Kogeya dan anggota TPNPB juga membuka nurani kemanusiaan untuk segera membebasan pilot Philip Mark Mehrthens yang disandera sudah mencapai 77 hari sejak 7 Februari sampai 24 April 2023 hari ini. Demi kemanusiaan, kedamaian, dan keselamatan untuk semua orang, pilot ini segera dibebaskan,” lanjut Socrates.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
