
Ilustrasi hujan lebat.
JawaPos.com–Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan, kondisi cuaca ekstrem berpotensi terjadi di sejumlah wilayah pada masa mudik Lebaran. BMKG mengimbau para pemudik untuk meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyampaikan, selama periode 15 sampai 21 April, hujan lebat hingga sangat lebat diprakirakan mengguyur bagian wilayah Provinsi Aceh, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, dan Papua.
Kondisi cuaca yang demikian juga berpeluang terjadi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), serta wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Jawa Timur, Daerah Istimewa Jogjakarta, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Papua Barat.
Menurut prakiraan BMKG, selama periode 22 sampai 28 April hujan lebat masih berpeluang terjadi di bagian wilayah Provinsi Aceh, Jawa Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.
”Kemudian daerah merah untuk arus balik 29 April sampai 5 Mei yaitu Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua,” kata Dwikorita seperti dilansir dari Antara, menggunakan istilah daerah merah untuk menyebut daerah yang berpeluang mengalami hujan lebat.
Dia mengatakan, hujan lebat dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi basah seperti banjir bandang dan tanah longsor.
”Maka dari itu, kami mengimbau kepada seluruh pemudik, penyedia jasa transportasi, dan operator transportasi, untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem selama arus mudik,” terang Dwikorita Karnawati.
Dia juga menyampaikan, saat ini wilayah Indonesia sedang memasuki masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Pada masa peralihan, kondisi cuaca bisa dengan tiba-tiba berubah dari panas ke hujan atau sebaliknya karena arah angin bertiup sangat bervariasi.
Namun, dia melanjutkan, secara umum cuaca pada pagi hari biasanya cerah, kemudian berawan pada siang hari, dan hujan menjelang sore atau malam hari.
Dwikorita mengatakan, awan kumulonimbus biasanya tumbuh pada pagi menjelang siang, bentuknya seperti bunga kol, warnanya keabu-abuan dengan tepi yang jelas. Menjelang sore hari, awan itu warnanya akan menjadi gelap dan kemudian dapat menyebabkan hujan.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
