Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 5 April 2023 | 19.46 WIB

Pembebasan Pilot Susi Air Masih Mediasi, Panglima TNI Disuruh Sabar

Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono enggan membenarkan rumor yang menyebut bahwa kondisi pilot Susi Air Philip Mark Mehrtens menurun. - Image

Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono enggan membenarkan rumor yang menyebut bahwa kondisi pilot Susi Air Philip Mark Mehrtens menurun.

 
JawaPos.com - Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono memilih bersabar dalam upaya pembebasan pilot Susi Air, Philip Mark Mehrtens. Saat ini tokoh masyarakat setempat, masih berusaha melakukan komunikasi dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang melakukan penyanderaan.
 
Yudo mengatakan, wilayah penawanan pilot berada di daerah terpencil. Untuk menjangkaunya pun tak mudah, butuh waktu berhari-hari dan tidak bisa diakses kendaraan.
 
"Ini berdasarkan dari tokoh masyarakat maupun Bupati Nduga yang selalu mengerem saya, meminta saya untuk sabar dulu pak sabar, saya akan usahakan," kata Yudo di Mabes TNI, Jakarta Timur, Rabu (5/4).
 
 
Yudo mengatakan, saat ini pembebasan dengan cara operasi militer belum dipilih. Sebab, bisa membahayakan sang pilot.
 
"Makanya ya kita usahakan secara persuasif, jadi ngga ada target harus berapa hari, kita targetnya mereka bisa dilepaskan dengan selamat dan tidak ada masyarakat yang terdampak dengan korban, jadi korban yang untuk penyelamatan itu," jelasnya.
 
Sebelumnya, Susi Air membenarkan salah satu unit pesawatnya yang ditemukan terbakar di Papua. Maskapai menduga kuat jika pesawat sengaja dibakar oleh pihak tertentu.
 
Representatives Susi Air, Donal Fariz mengatakan, pesawat Susi Air Pilatus Porter PC 6/PK-BVY dilaporkan hilang kontak di Bandara Paro pada Selasa (7/2) sekitar pukul 06.17 WIT. Pesawat seharusnya melaksanakan  penerbangan dengan rute Timika - Paro - Timika.
 
Pesawat tersebut membawa 5 penumpang dan barang bawaan dengan total muatan 452 kilogram. Dua jam kemudian Susi Air mendapati ELT pesawat dalam posisi aktif pukul 09.12 WIT. 
 
"Perusahaan kemudian menjalankan kondisi emergency di internal perusahaan dengan mengirimkan pesawat lain mengecek posisi Pesawat dan kemudian ditemukan dalam kondisi terbakar di runway," kata Donal.
 
Donal menuturkan, maskapai menduga terbakarnya pesawat bukan karena gangguan teknis. Pasalnya, pesawat mendarat dan parkir dengan aman di lintasan.
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore