
Laporan terbaru mengungkapkan bahwa banyak anak dari Vietnam diperdagangkan ke Inggris. Mereka dieksploitasi oleh penyelundup dan dipaksa untuk bekerja di salon perawatan kuku dan sebagai pelacur
JawaPos.com-Modus tindak pidana tindak pidana perdagangan orang (TPPO) atau human trafficking kian mengerikan. Baru-baru ini, muncul modus pengantin pesanan.
Asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan Pekerja dan Tindak Pidana Perdagangan Orang, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Priyadi Santoso mengungkapkan, modus ini biasa dilakukan pada perempuan dengan iming-iming mendapat jodoh di luar negeri. Taiwan dan Tiongkok yang kerap jadi negara tujuan. ”Jadi ditawari dikawinkan di sana, dengan orang sana,” ujarnya dalam acara Media Talk: Indonesia Siaga Tindak Pidana Perdagangan Orang, di Jakarta, Jumat (17/3).
Namun, lanjut dia, harapan itu pupus seketika setiba di sana. Setelah dinikahkan, ternyata mereka justru dieksploitasi. Para WNI tersebut dipaksa bekerja pada keluarga suami dengan kondisi mirip perbudakan seperti merawat lansia. Bahkan, ada pula yang sampai dijual ke industri seks. ”Tapi karena sudah dinikahi, mereka tidak bisa menuntut gaji segala macam. Itu dikendalikannya begitu,” jelasnya.
Memang, mereka awalnya tak langsung tertarik ketika ditawari menikah dengan orang luar ini. Akan tetapi, saat diberikan uang muka dengan dalih hadiah, para calon korban pun jadi berpikir dua kali hingga kemudian menyetujui. Belum lagi, foto yang disebarkan pada calon korban adalah para pria muda. ”Jadi dikasih yuan langsung ke keluarganya. Belum menikah saja sudah nerima duit, bayangannya kan gitu,” ungkapnya.
Diakuinya, perempuan kerap menjadi korban TPPO ini. Merujuk data kepolisian, dari 554 laporan kasus TPPO yang ditangani Polri, total 2.047 orang (77, 3 persen) korban adalah perempuan dewasa. Disusul 272 orang (10,27 persen) anak perempuan, 318 orang (12,01 persen) laki-laki dewasa, dan 11 orang (0,42 persen) anak laki-laki.
Hal ini lantaran, permintaan dari luar negeri yang menginginkan tenaga perempuan. Mereka nantinya dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga (PRT), yang mana tak butuh tingkat pendidikan tinggi. ”Mereka maunya skill. Nah, ini yang sering dimanipulasi kalau berangkatnya non procedural,” jelasnya.
Karenanya, ia mewanti-wanti kembali agar perempuan selalu berhati-hati. Baik untuk tawaran kerja di luar negeri maupun menikah dengan orang luar negeri. Untuk informasi pekerjaan di luar negeri, dia merekomendasikan agar mengakses dari laman Kementerian Ketenagakerjaan atau datang ke kantor kecamatan setempat. (*)

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
