Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 November 2019 | 16.37 WIB

Ajarkan Anak Pola Makan Seimbang dengan 'Isi Piringku'

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Pemenuhan gizi seimbang pada anak akan mendukung tumbuh kembang mereka menjadi lebih sempurna. Salah satu caranya adalah memerhatikan jumlah porsi makanan dalam setiap piring anak saat mulai sekolah yakni usia 4-6 tahun.

Program edukasi Isi Piringku untuk anak 4-6 tahun akan memberikan intervensi pola asuh dan gizi seimbang pada masa kanak-kanak. Saat ini, sekitar 17,7 persen balita di Indonesia masih mengalami gizi kurang dan gizi buruk, hingga 30,8 persen terindikasi stunting . Diluar itu, sekitar 55 persen balita mengalami kekurangan energi , dan lebih dari 80 persen anak usia 4-12 tahun kekurangan EPA+DHA .

“Salah satu hal yang penting dilakukan untuk keunggulan bangsa adalah dengan memajukan kesehatan anak-anak usia dini caranya melalui edukasi mengenai gizi seimbang dan perilaku hidup bersih sehat," kata Health and Nutrition Sustainable Development Senior Manager Danone Indonesia Wailayati Ningsih.

Ahli Gizi dr. Dian Kusumadewi, M.Gizi, menjelaskan konsumsi gizi seimbang sesuai dengan anjuran Isi Piringku bagi anak 4-6 tahun harus dilakukan untuk memastikan anak memiliki tumbuh kembang sesuai dengan usianya. Gizi seimbang seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral memiliki fungsi tersendiri dalam metabolisme dan kesehatan anak, sehingga harus dikonsumsi secara seimbang menurut jenis, jumlah, dan jadwal pemberiannya.

"Selain itu, mereka dianjurkan untuk mengonsumsi 8 gelas air, beraktivitas fisik, dan melakukan pemantauan pertumbuhan," terang Dian.

Maka agar edukasi berjalan efektif, pola asuh yang baik perlu diterapkan sejak dini oleh orang dewasa yang sehari-harinya bertemu dengan anak. Kuncinya adalah pada orang tua.

Psikolog Anak dan Keluarga Roslina Verauli, menjelaskan pola pengasuhan anak usia dini dapat berpengaruh besar terhadap asupan gizi seimbang yang akan menentukan pertumbuhan dan perkembangan anak. Sebagai pondasi awal, pola asuh yang positif harus penuh dengan kasih sayang (kehangatan, peka terhadap emosi anak, dan libatkan anak), disiplin (fokus kepada tujuan, lakukan diskusi dan negosiasi), dan komunikasi aktif (mendengarkan, terbuka dan efektif).

"Tenaga pengajar di PAUD dapat memperkenalkan peserta didik komponen gizi seimbang melalui pola asuh yang tepat untuk mengakrabkan mereka dengan perilaku hidup bersih sehat," katanya.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore