
Photo
JawaPos.com - Pemenuhan gizi seimbang pada anak akan mendukung tumbuh kembang mereka menjadi lebih sempurna. Salah satu caranya adalah memerhatikan jumlah porsi makanan dalam setiap piring anak saat mulai sekolah yakni usia 4-6 tahun.
Program edukasi Isi Piringku untuk anak 4-6 tahun akan memberikan intervensi pola asuh dan gizi seimbang pada masa kanak-kanak. Saat ini, sekitar 17,7 persen balita di Indonesia masih mengalami gizi kurang dan gizi buruk, hingga 30,8 persen terindikasi stunting . Diluar itu, sekitar 55 persen balita mengalami kekurangan energi , dan lebih dari 80 persen anak usia 4-12 tahun kekurangan EPA+DHA .
“Salah satu hal yang penting dilakukan untuk keunggulan bangsa adalah dengan memajukan kesehatan anak-anak usia dini caranya melalui edukasi mengenai gizi seimbang dan perilaku hidup bersih sehat," kata Health and Nutrition Sustainable Development Senior Manager Danone Indonesia Wailayati Ningsih.
Ahli Gizi dr. Dian Kusumadewi, M.Gizi, menjelaskan konsumsi gizi seimbang sesuai dengan anjuran Isi Piringku bagi anak 4-6 tahun harus dilakukan untuk memastikan anak memiliki tumbuh kembang sesuai dengan usianya. Gizi seimbang seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral memiliki fungsi tersendiri dalam metabolisme dan kesehatan anak, sehingga harus dikonsumsi secara seimbang menurut jenis, jumlah, dan jadwal pemberiannya.
"Selain itu, mereka dianjurkan untuk mengonsumsi 8 gelas air, beraktivitas fisik, dan melakukan pemantauan pertumbuhan," terang Dian.
Maka agar edukasi berjalan efektif, pola asuh yang baik perlu diterapkan sejak dini oleh orang dewasa yang sehari-harinya bertemu dengan anak. Kuncinya adalah pada orang tua.
Psikolog Anak dan Keluarga Roslina Verauli, menjelaskan pola pengasuhan anak usia dini dapat berpengaruh besar terhadap asupan gizi seimbang yang akan menentukan pertumbuhan dan perkembangan anak. Sebagai pondasi awal, pola asuh yang positif harus penuh dengan kasih sayang (kehangatan, peka terhadap emosi anak, dan libatkan anak), disiplin (fokus kepada tujuan, lakukan diskusi dan negosiasi), dan komunikasi aktif (mendengarkan, terbuka dan efektif).
"Tenaga pengajar di PAUD dapat memperkenalkan peserta didik komponen gizi seimbang melalui pola asuh yang tepat untuk mengakrabkan mereka dengan perilaku hidup bersih sehat," katanya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
