
Sampah plastik menumpuk di pinggir laut kawasan Pelabuhan Muara Baru, Jakarta, Senin (29/7/2019). Tumpukan sampah yang didominasi oleh sampah plastik ini terbawa arus laut yang dibuang masyarakat secara sembarangan. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com
JawaPos.com - Sampah plastik masih menjadi persoalan besar dalam ekosistem laut. Masyarakat dan nelayan didorong untuk membersihkan lokasi mereka mencari sumber penghidupan itu.
Langkahnya dengan mengumpulkan sampah-sampah di laut agar kesehatan laut kembali pulih. Upaya itu digerakkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) lewat gerakan nasional Bulan Cinta Laut (BCL).
Kepala Loka Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (LPSPL) Serang Syarif Iwan Taruna Al Kadrie mengatakan, BCL merupakan implementasi program ekonomi biru (blue economy). Gerakan itu dirancang sebagai salah satu strategi memulihkan kesehatan laut dari dampak negatif sampah plastik.
"BCL ini adalah gerakan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan dalam upaya menjaga kelestarian ruang laut. Misalnya dari pencemaran sampah plastik," ujar Iwan dalam keterangan persnya kepada JawaPos.com, Sabtu (29/10).
Iwan menerangkan, inti dari gerakan BCL yakni mengubah mindset masyarakat terhadap pemanfaatan ruang laut yang berbasis pelestarian lingkungan. Ditambah pula dengan target pemerintah pada 2025, sekitar 70 persen sampah laut bisa terurai atau berkurang.
Selain di Serang, gerakan BCL telah dilakukan secara serentak di 14 daerah dari Aceh hingga Papua. Yaitu, Banda Aceh, Medan, Padang, Tanjung Pinang, Kubu Raya, Serang, Cirebon, Cilacap, Manado, Bali, Kendari, Sorong, dan Merauke.
Gerakan BCL melibatkan 1.477 nelayan selama Oktober. Hingga Rabu (26/10), nelayan dan masyarakat sudah berhasil membersihkan laut dari 67,34 ton sampah. "Khusus di kawasan Serang sendiri, lebih dari 3,8 ton sampah yang dikumpulkan nelayan," jelas Iwan.
Lebih jauh Iwan menjelaskan, masyarakat nelayan lokal diajak untuk terlibat dan ikut serta menjaga kebersihan laut dengan mengumpulkan sampah di laut selama satu bulan. Sampah yang didapat akan dihargai setara dengan harga per kilogram ikan terendah di daerah masing-masing.
Kepala Balai Besar Pengujian Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan, Trisna Ningsih menjelaskan, dalam konteks BCL, pihaknya berfokus pada edukasi dan sosialisasi seputar pelestarian ruang laut dari sisi hilir.
"Bentuk konkretnya kami terus mensosialisasikan hasil inovasi KKP yang ramah lingkungan, inovasi yang kedepannya diharapkan menjadi alternatif menggantikan produk non ramah lingkungan seperti plastik, sedotan, dan lainnya," lanjut Trisna.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
