Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 Agustus 2022 | 22.16 WIB

Tren Merdeka Bekerja di Mana Saja dan Kapan Saja

KELAS INFLUENCER: Sejumlah remaja mengikuti pelatihan agensi media sosial cabang Kota Surabaya dengan membiasakan tampil berbicara di depan kamera untuk melatih kepercayaan diri dalam bermedia sosial saat di Rustic Market Surabaya pada Senin (15/8). (DIPT - Image

KELAS INFLUENCER: Sejumlah remaja mengikuti pelatihan agensi media sosial cabang Kota Surabaya dengan membiasakan tampil berbicara di depan kamera untuk melatih kepercayaan diri dalam bermedia sosial saat di Rustic Market Surabaya pada Senin (15/8). (DIPT

Makin banyak alternatif pekerjaan yang tak mengekang kemerdekaan pegiatnya. Mereka bisa bebas menentukan sendiri tempat hingga jam kerja. Tapi, tentu saja para pekerja –yang relatif muda– ini tetap menjaga profesionalitasnya. Sebab, tetap ada deadline dan target.

---

PARADIGMA merdeka bekerja itu, salah satunya, diterapkan Ternaknesia. Start-up bidang peternakan yang pernah ngantor di Koridor, co-working space milik Pemkot Surabaya, tersebut menerapkan sistem kombinasi online dan offline untuk menyelesaikan pekerjaan. Khususnya programmer, manajemen, dan marketing.

"Misalnya, targetnya empat hari selesai, tapi dua hari rampung. Sisanya ya terserah mau dibuat apa," terang Dalu Nuzlul Kirom, founder dan CEO PT Ternaknesia.

Yang lebih fleksibel lagi adalah para influencer di media sosial. Mereka memang biasa terlihat bekerja solo atau dalam satu tim kecil. Tapi, kini ada pula agensi influencer yang mengoordinasi. Misalnya, Social Bread Surabaya yang menaungi puluhan influencer yang rata-rata kelahiran 2000-an ke atas.

Frida Taniago, brand manager Social Bread Surabaya, bercerita meski bekerja di bidang tersebut terasa sangat bebas, mereka tetap profesional. Kemampuan influencer ditingkatkan dalam kelas-kelas khusus dengan materi cara editing video, angle foto yang bagus, pembuatan script, sampai penentuan rate card untuk memberikan rating harga kepada klien terkait endorse. ”Penentuan rate card bukan dengan berapa banyak follower kamu. Melainkan value yang kamu miliki. Ini sangat penting karena memang ada rumusnya,” jelas Frida. Tak jarang ada yang punya banyak follower, tapi skill dalam membuat konten, script, sampai voice over masih sangat kurang.

Bekerja dari mana saja, termasuk dari rumah, juga bisa dilakukan pekerja kreatif. Di antaranya, Dedy Putra Romadhon, quiz hunter (quter) asal Desa Ngabetan, Kecamatan Cerme, Gresik. Dari puluhan lomba yang diikuti, pemuda 22 tahun itu berhasil meraup puluhan juta rupiah. Mahasiswa Fakultas Teknik Unesa Surabaya tersebut memenangi sayembara logo Street Race Polda Metro Jaya (SR-PMJ). ’’Tidak menyangka bisa menang. Padahal, garap logo hanya semalam. Untungnya sudah terbiasa jadi quter,’’ kelakarnya.

Fenomena kerja di mana saja membuka bisnis peluang baru. Salah satunya, co-working space atau kantor bersama yang menyediakan berbagai fasilitas menarik dan suasana yang nyaman, tapi tetap menunjang produktivitas pekerja. Misalnya, Milieu Space yang berkonsep industrial dengan tarif terjangkau.

Public Relation Milieu Space Virgina Purnama Sanni mengatakan, yang paling banyak memanfaatkan tempat itu adalah para freelance, agency brand, hingga arsitek. ’’Per hari bisa ada 20 orang yang masuk,’’ ucap Virgina, Selasa siang.

Merdeka bekerja bisa pula dimaknai sebagai menekuni pekerjaan sesuai dengan passion dan value tertentu. Yongky Dwipa, pengelola Thrift Store Rere Secondhand, menuturkan bahwa thrifting atau awulan menjadi alternatif menikmati fashion dengan harga terjangkau. Para pelaku usaha thrifting itu membuat komunitas yang tujuannya tak sekadar untuk mempertahankan kelangsungan usaha. ’’Sama mempertahankan idealisme. Pola pemanfaatan atas fast fashion yang tak berkelanjutan,’’ jelas Yongky.

Pemilik Thrift Store Cantolan Kastok Arief Suwandi berpendapat. Pembeli produk thrift itu juga menjadi penjual dan ada pula yang memakai sistem drop shipper. Usaha thrifting menggeliatkan fotografi dan videografi terkait promosi dan marketing. ”Sekarang ada tambahan ornamen dan teknik lain sehingga lebih inovatif,’’ jelas Arief yang juga ketua Surabaya Thrift Fest.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore