Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 14 Juni 2022 | 04.51 WIB

Keistimewaan Melaksanakan Puasa Ayyamul Bidh, Berikut Bacaan Niatnya

EDUKASI: Ika Veronita melatih putrinya, Tania Azkia, berdoa sebelum berbuka puasa di rumahnya di Jalan Babatan Barat. - Image

EDUKASI: Ika Veronita melatih putrinya, Tania Azkia, berdoa sebelum berbuka puasa di rumahnya di Jalan Babatan Barat.

JawaPos.com - Puasa ayyamul bidh adalah puasa yang dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 dalam kalender Hijriyah. Puasa ini tergolong istimewa jika rutin dilaksanakan setiap bulan karena pahalanya sama dengan orang yang melaksanakan ibadah puasa sepanjang tahun.

Itu berarti satu hari puasa ayyamul bidh pahalanya sama dengan melaksanakan puasa 10 hari. Dengan melaksanakan puasa 3 hari ayyamul bidh, maka nilainya sama dengan satu bulan penuh menunaikan ibadah puasa.

Jika melaksanakan puasa ayyamul bidh setiap bulan secara konsisten selama 1 tahun, pahalanya ibarat orang melaksanakan ibadah puasa sepanjang tahun.

Hal itu sesuai dengan hadits Nabil yang diriwayatkan oleh Abudzar RA. Nabi Muhammad SAW bersabda: "Siapa saja yang berpuasa tiga hari dari setiap bulan, maka puasa tersebut seperti puasa sepanjang tahun."

Puasa ayyamul bidh juga dikenal dengan sebutan puasa putih (berbeda dengan puasa mutih dalam tradisi Jawa). Dikatakan puasa putih karena pada tanggal 13, 14, dan 15 Hijriyah, rembulan terlihat memancarkan sinarnya secara sempurna sehingga tampak putih.

Dikutip dari NU Online, Senin (13/6), dalam sebuah riwayat disebutkan, puasa ayyamul bidh adalah puasa yang dilaksanakan Nabi Adam ketika baru diturunkan dari surga ke bumi. Kala itu Nabi Adam kabarnya memiliki tubuh gosong, tapi dengan melaksanakan puasa 3 hari pada tanggal 13, 14, dan 15, tubuhnya berubah menjadi putih.

Puasa ayyamul bidh termasuk sunnah namun sangat diajurkan (sunnah muakkad) dilaksanakan. Dalam sebuah hadits dinyatakan, Rasulllullah selalu melaksanakan ibadah puasa pada ayyamul bidh baik sedang berada di rumah ataupun saat sedang bepergian.

Berdasarkan ketetapan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), awal bulan Dzulqa'dah 1443 H jatuh pada hari Rabu (1/6/2022). Dengan demikian, puasa ayyamul bidh jatuh pada hari Senin sampai Rabu (13-15 Juni 2022).

Berikut niat melaksanakan puasa ayyamul bidh

نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaytu shauma ayyâmil bîdl lillâhi ta’âlâ.

Artinya, "Saya niat puasa Ayyamul Bidl (hari-hari yang malamnya cerah), karena Allah ta’âlâ."

Berbeda dari puasa Ramadan, niat puasa sunnah seperti ayyamul bidh ini boleh dilaksanakan pada pagi hari sampai masuk waktu Dzuhur atau tergelincirnya matahari selama tidak makan, tidak minum dan menjaga hawa nafsu. Akan tetapi tetap lebih membaca niat puasa pada malam hari supaya ada persiapan lebih baik untuk melaksanakan puasa.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore