
Foto bersama usai gala dinner ramah tamah dengan delegasi G20 dan organisasi-organisasi internasional dalam rangkaian Pertemuan Pertama Trade, Investment, and Industry Working Group (TIIWG) G20 di de Tjolomadoe, Karanganyar, Selasa (29/3).
JawaPos.com - Indonesia mengambil peran dalam pemulihan ekonomi global. Hal itu dilakukan dalam presidensi G20 di jalur keuangan. Fokusnya, memperkuat arsitektur keuangan global dan transformasi infrastruktur sebagai kunci utama pemulihan.
Direktur Pengelolaan Dukungan Pemerintah dan Pembiayaan Infrastruktur (PDPPI) Kementerian Keuangan Brahmantio Isdijoso mengatakan, agenda memperkukuh arsitektur keuangan punya hambatan besar pada awal tahun. Bukan hanya pandemi, pergolakan geopolitik serta peningkatan harga komoditas juga membuat pemangku kepentingan susah memulai strategi.
"Pemulihan ekonomi global seharusnya merata. Namun, tantangan itu membuat upaya menjadi sulit," katanya Rabu (30/3).
Dalam 2nd Infrastructure Working Group (IWG), upaya bersama untuk menyelaraskan belanja infrastruktur sangat penting. Hal itu dilakukan untuk memastikan prioritas investasi yang bisa menghasilkan ekonomi tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. Presidensi Indonesia pun mendorong pemerataan tersebut.
"Tugas kami adalah menjembatani negara maju dan berkembang agar memberikan hasil nyata bagi seluruh negara anggota," ujarnya.
Direktur Pinjaman dan Hibah Kementerian Keuangan Syurkani Ishak Kasim menambahkan, Indonesia bersama seluruh anggota G20 berkomitmen membantu formulasi skema yang fokus pemulihan ekonomi di negara berpendapatan rendah dan rentan. Pihaknya sudah membicarakan hal tersebut pada pertemuan International Financial Architecture Working Group.
"Prinsip tersebut melandasi tujuan dari upaya perancangan skema arsitektur keuangan global yang lebih resilient," jelasnya.
Saat ini anggota G20 berkomitmen mendukung negara rentan yang terdampak pandemi. Misalnya, penyaluran dana USD 100 miliar melalui hak penarikan khusus (special drawing rights/SDR) IMF yang didiskusikan tahun ini. Pada pertemuan Februari lalu, negara-negara dengan kemampuan berlebih telah berjanji menyediakan dana USD 60 miliar.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
