Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 22 Maret 2020 | 18.08 WIB

Rapid Test Tidak Terbuka untuk Umum

Petugas Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB) melintas  Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta, Sabtu (21/3/2020). Pemerintah menyiapkan Wisma Atlet Kemayoran sebagai rumah sakit darurat penanganan virus COVID-19 serta akan menjadi rumah isolasi bagi pas - Image

Petugas Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB) melintas Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta, Sabtu (21/3/2020). Pemerintah menyiapkan Wisma Atlet Kemayoran sebagai rumah sakit darurat penanganan virus COVID-19 serta akan menjadi rumah isolasi bagi pas

JawaPos.com – Jumlah pasien yang positif tertular Covid-19 terus bertambah. Dalam dua hari (20-21 Maret) ada penambahan 81 kasus baru. ”Sehingga total kasus saat ini adalah 450 orang,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto kemarin (21/3).

Sebanyak 20 orang dinyatakan sembuh setelah melewati dua kali tes dengan hasil negatif. Kondisi secara klinis juga membaik. Sedangkan korban meninggal bertambah 6 orang sehingga total menjadi 38 orang. ”Seluruh data ini kami berikan (kepada) semua kepala dinas kesehatan di provinsi masing-masing untuk memudahkan tracing,” ujar Yuri, sapaan Achmad Yurianto.

Proses penelusuran kontak tersebut, jelas Yuri, akan dilakukan bersamaan dengan rapid test yang telah dimulai Jumat (20/3). Pemeriksaan dilakukan secara meluas pada kelompok yang berisiko. Namun, Yuri menegaskan bahwa rapid test itu tidak terbuka untuk umum. Hanya diperuntukkan bagi mereka yang masuk dalam daftar tracing.

”Kalau yang kontak itu keluarga, tim akan datang ke rumahnya. Semua yang ada di rumah itu akan kami lakukan tes. Kalau dia bekerja, kami lakukan pelacakan di tempat kerjanya,” terang dia.

Yuri mengungkapkan, satu juta kit untuk rapid test akan masuk secara bertahap ke Indonesia. ”Besok (hari ini, Red) sekitar 150 ribu bisa langsung dikirim ke provinsi sesuai indikasi di wilayah mana yang paling banyak terinfeksi,” ucapnya.

Pemeriksaan, lanjut Yuri, dilakukan sesegera mungkin untuk mengisolasi kasus positif korona. Sehingga tidak menyebar ke yang lain. Namun, apabila hasil dari rapid test menunjukkan negatif, itu tidak menjamin bahwa yang bersangkutan tidak sakit.

”Bisa saja respons imunitasnya belum muncul. Ini lumrah terjadi pada infeksi di bawah tujuh hari. Hasilnya negatif. Sehingga kemungkinan diulang pada enam hingga tujuh hari lagi dengan tes yang sama,” paparnya. Orang dengan hasil negatif harus tetap menjaga jarak. ”Sekalipun hasilnya negatif, tidak boleh menganggap dirinya bebas,” tutur Yuri.

Selain kit untuk rapid test, kemarin Kementerian Kesehatan mendatangkan sekitar 12 juta masker serta 81 ribu masker N95. Selanjutnya, masker didistribusikan ke dinas kesehatan provinsi. Rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang membutuhkan juga bisa segera mengajukan penambahan.

Jakarta Selatan menjadi wilayah pertama yang menggelar rapid test Covid-19. Pertimbangannya, di wilayah tersebut terdeteksi banyak warga yang melakukan kontak dengan pasien positif korona. Rapid test dilakukan pada Jumat sore (20/3). Sebanyak 520 orang menjalani pemeriksaan dengan pengambilan sampel darah.

Kemarin (21/3) tidak ada rapid test lanjutan. Menurut Kepala Suku Dinas Kesehatan Kota Jakarta Selatan Muhammad Helmi, rapid test dilakukan secara door-to-door. Para dokter akan mendatangi rumah para orang dalam pengawasan (ODP). ”Ini khusus bagi orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan orang yang positif terserang korona.”

Sementara itu, di Jawa Timur (Jatim), jumlah pasien positif korona bertambah sebelas orang. Dengan demikian, total pasien Covid-19 di Jatim mencapai 26 orang. Perinciannya, di Surabaya sebanyak 20 orang, Malang Raya (2), Magetan (3), dan Sidoarjo (1). Kemudian jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) 78 orang dan ODP 739 orang.

Munculnya pasien positif di Kabupaten Magetan sudah diperkirakan. Sebab, pasien positif yang meninggal di Solo beberapa waktu lalu berasal dari Magetan. Namun, hingga kini belum terkonfirmasi apakah tiga pasien positif itu memiliki hubungan keluarga dengan pasien yang meninggal atau tidak.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menuturkan, penambahan jumlah pasien positif yang cukup banyak patut diwaspadai. Namun, dia meminta masyarakat tetap tenang. Harus saling menjaga diri. ”Terapkan pola hidup bersih dan sehat,” imbaunya.

Di Bantul, Radar Jogja melaporkan, Bupati Bantul Suharsono masuk daftar ODP. Itu terjadi lantaran dia bersama jajarannya membesuk Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantul Zuhandi (Z) yang terindikasi terinfeksi Covid-19.

Z diketahui terinfeksi Covid-19 setelah diperiksa di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Sampai saat ini Z dirawat di ruang isolasi RSUD Panembahan Senopati Bantul.

Dari Bali, jumlah kasus pasien positif menjadi tiga orang. Sementara itu, terdapat 217 ODP yang terkait kontak dengan pasien. Jumlah tersebut bisa bertambah karena tim surveilans di lapangan terus menelusuri siapa yang sempat kontak dengan pasien positif.

Saat ini 217 ODP itu dalam keadaan sehat. ”Tim kami sudah melakukan edukasi. Karena sebagian dari mereka adalah tenaga medis, rata-rata sudah tahu protokol isolasi mandiri. Sedangkan yang berstatus PDP dan menunggu hasil lab saat ini berjumlah 21 pasien dan dirawat di sejumlah RS rujukan,” jelas Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 di Provinsi Bali Dewa Made Indra.

Sementara itu, seorang WNA yang ditemukan tewas di atas motornya di tepi Jalan Imam Bonjol, Denpasar, 15 Maret lalu, positif Covid-19. Direktur Pelayanan Medis, Keperawatan, dan Penunjang dr I Ketut Sudartana menerangkan, WNA laki-laki berusia 72 tahun tersebut dinyatakan positif terinfeksi virus korona berdasar uji lab PCR.

Maklumat Kapolri

Kapolri Jenderal Idham Azis mengeluarkan maklumat untuk mendukung penanganan wabah Covid-19. Dalam maklumat bertanggal 19 Maret 2020 dengan nomor Mak/2/III/2020 tersebut, terdapat empat poin utama untuk mencegah meluasnya virus korona serta mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Argo Yuwono menuturkan, masyarakat dilarang mengadakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyebabkan berkumpulnya orang dalam jumlah banyak. Misalnya, pertemuan sosial, budaya, dan keagamaan dalam bentuk seminar, lokakarya, maupun sarasehan, konser musik, festival, pasar raya, kegiatan olah raga, kesenian, jasa hiburan, pawai, dan unjuk rasa.

Bahkan, resepsi keluarga juga disebut sebagai salah satu kegiatan yang tidak boleh diadakan selama ada kebijakan pencegahan persebaran virus korona. ”Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak panik dengan mengikuti instruksi dan imbauan resmi pemerintah,” ujarnya.

Argo menjelaskan, bila ada kegiatan mendesak yang tidak bisa dihindari dan diikuti banyak orang, masyarakat diminta tetap menjaga jarak satu sama lain.

Sehari, 627 Meninggal di Italia

Selama tiga hari berturut-turut tidak ada penularan lokal di Tiongkok. Semua kasus Covid-19 beberapa hari ini berasal dari luar negeri. Pelan tapi pasti, negara tersebut sudah berangsur normal. Perusahaan dan pabrik-pabrik sudah kembali beraktivitas.

Hal itu berbanding terbalik dengan situasi di luar Tiongkok saat ini. Italia adalah yang terdampak paling buruk. Pada Jumat (20/3) tercatat 627 orang meninggal dunia. Itu adalah angka kematian tertinggi dalam sehari di sebuah negara akibat pandemi korona. Selain Italia, tidak ada satu negara pun yang mencatatkan korban meninggal harian sebanyak itu. Total 4.032 orang kehilangan nyawa di Italia karena Covid-19. Jumlah tersebut sudah melampaui Tiongkok. Di hari yang sama, jumlah kematian di Tiongkok 3.255 orang.

Penduduk Italia yang tertular kini mencapai 47.021 orang dan 5.129 orang sembuh.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=CloZi1hAkIA

https://www.youtube.com/watch?v=dYpAr8krLjs

https://www.youtube.com/watch?v=PaqEU2bPHdQ

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore