Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 Oktober 2021 | 19.25 WIB

Beri Apresiasi, Ketua FRI Sebut GNRM Tidak Bisa Instan

BERBUNTUT PANJANG: Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Panut Mulyono saat di kantor ORI DIJ, Selasa (8/1). - Image

BERBUNTUT PANJANG: Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Panut Mulyono saat di kantor ORI DIJ, Selasa (8/1).

JawaPos.com - Ketua Umum Forum Rektor Indonesia (FRI) Prof Panut Mulyono mengapresiasi langkah pemerintah dalam menggenjot program Gerakan Revolusi Mental (GNRM) dan menunjuk Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) sebagai leader dalam menggalakkan program ini.

"Saya mengapresiasi semakin massifnya GNRM yang tengah dilakukan pemerintah. GNRM sangat berpengaruh dalam kehidupan berbangsa dan bernegara menuju kehidupan yang lebih baik," kata Prof Panut saat diwawancara melalu sambungan telepon, Sabtu (23/10).

Prof Panut menambahkan, mengubah perilaku masyarakat melalui gerakan revolusi mental tidak bisa instan. Gerakan revolusi mental harus berjalan terus karena merubah kebiasaan lama yang kurang produktif menjadi lebih produktif ini membutuhkan waktu. Oleh sebab itu, kata dia, apa yang dilakukan pemerintah dengan menggandeng berbagai elemen masyarakat sudah sangat tepat.

"Kita tahu bahwa dalam melakukan GNRM ini pemerintah memiliki mitra strategis, termasuk kami FRI juga dilibatkan didalamnya. Upaya - upaya ini sebagai bukti keseriusan pemerintah dalam menggerakkan revolusi mental di seluruh tatanan masyarakat," imbuhnya.

Bahkan, gerakan revolusi mental sudah ditanamkan untuk memperhatikan generasi bangsa semasih dalam kandungan. Para ibu hamil diminta lebih memperhatikan gizi anak dalam kandungan agar terhindar dari sunting dengan tujuan untuk menciptakan Indonesia Emas di masa mendatang.

Disinggung mengenai peran revolusi dalam menghadapi Pandemi, Prof Panut memaparkan, revolusi mental menjadi garda terdepan dalam mengubah perilaku agar hidup lebih bersih, taat protokol kesehatan, manut dengan anjuran pemerintah untuk menerapkan 3M (Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci tangan dengan sabun), hingga bergotong royong mengentaskan Covid-19 dengan vaksinasi sebagai bukti peran revolusi mental menumbuhkan rasa kebersamaan agar pandemi lekas teratasi.

"Masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan, peduli terhadap sesama itu sangat penting, itu sebagai bentuk revolusi mental. Perilaku yang baik, saling menghargai, mudah diatur, mudah ditata dan yang mengatur juga memiliki memiliki visi yang sama menuju Indonesia Maju. Maka, Indonesia mandiri secara ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dan Indonesia maju bisa dicapai bersama - sama," bebernya.

Sementara itu, terpisah, menurut Ketua Umum Presidium Pusat Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (Hikmahbudhi), Wiryawan Gerakan Nasion Revolusi Mental merupakan upaya yang bagus yang digaungkan oleh Negara. Tetapi penting juga negara (Birokrasi) memberi contoh kepada masyarakat dalam upaya mempraktikkan Revolusi mental tersebut.

"Jika negara memberi Contoh yang baik saya rasa rakyat juga akan mengikuti, tegakan hukum setegak-tegaknya," tegas dia.

Momentum Sumpah Pemuda, lanjut dia, adalah momentum merefleksikan bagaimana dulu para pemuda 93 tahun yang lalu bersumpah untuk ber-tumpah darah, berbangsa, dan berbahasa satu. Momentum ini tentunya untuk menguatkan persatuan Indonesia, terkhusus kaum muda, jika pemuda bersatu dan kuat Indonesia juga akan kuat.

"Nilai-nilai itu saya pikir sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Revolusi Mental," imbuh dia.

Senada, Ketua Umum PP GMKI Jefri Gultom menambahkan, di era teknologi digital, bukan soal siapa yang besar dan siapa yang kecil. Namun siapa yang lihai beradaptasi dengan perubahan zaman. Karena momentum Sumpah Pemuda 2021 ini bersamaan dengan semangat pemerintah yang sedang menginisiasi GNRM.

"Pemerintah harus memiliki komitmen melibatkan kaum muda berpartisipasi, memberikan ruang kreativitas dan inovasi. Kasih mereka kesempatan untuk belajar sekaligus memimpin mendukung keterlibatan mereka dalam berbagai momentum kebangsaan," pungkasnya.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore