
HAPPY ENDING: Pesawat Pilatus Porter Susi Air PK-BVY di salah satu airstip di Papua. Pilot Ian John Terrenca Hellyer didatangi 20 KSB dengan dua pucuk senpi laras panjang di Distrik Wangbe, Puncak, Papua. Setelah ditahan dua, pilot dan tiga penumpang dii
JawaPos.com – Kelompok separatis teroris (KST) menembak sebuah pesawat Smart Air di bandara Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua, kemarin (8/10). Tak tanggung-tanggung, pesawat itu ditembak berkali-kali saat akan landing dan take off dari bandara.
Dari informasi yang diterima Jawa Pos, KST menembak pesawat itu pukul 09.20 WIT. Penembakan pertama terjadi saat pesawat akan landing. Akibatnya, sayap pesawat sebelah kiri berlubang. Kemudian, pesawat kembali ditembak beberapa saat setelah take off.
Pesawat tersebut merupakan armada yang mengangkut bahan logistik sekaligus aparat keamanan. Beruntung, pesawat dalam kondisi aman dan tidak terjadi hal tidak diinginkan. Dipastikan, pesawat dan pilotnya telah mendarat di Oksibil, Pegunungan Bintang.
Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat- Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom menuturkan, pesawat itu ditembak karena membawa personel TNI. ”Kami sudah memberikan warning beberapa waktu lalu, setiap pesawat yang membawa aparat akan kami tembak,” ujarnya.
Dia mengatakan, TPNPB-OPM telah memperingatkan agar pesawat sipil tidak membawa aparat TNI dan Polri. Sekaligus menghentikan aktivitas di wilayah konflik. ”Kami sudah ingatkan empat kali,” tuturnya kepada Jawa Pos kemarin.
Sementara itu, Kasatgas Humas Nemangkawi Kombespol A.M. Kamal belum bisa berkomentar terkait kejadian tersebut. ”Mungkin yang mengetahui TNI,” tuturnya saat dihubungi kemarin.
Kapendam Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel (Arm) Reza Nur Patria juga masih mencari informasi mengenai penembakan tersebut. ”Kalau ada perkembangan, saya sampaikan,” jelasnya.
Pada bagian lain, pengamat terorisme Al Chaidar menuturkan, jaminan keamanan terhadap warga di Papua seharusnya juga meliputi keamanan penerbangan. Sebab, penerbangan di Papua merupakan transportasi utama. ”Keamanannya harus benar-benar dijaga,” ujarnya.
Kalau perlu, beberapa radius di sekitar bandara di Papua disekat untuk memastikan keamanan penerbangan. Dia mengatakan, peristiwa yang menimpa Smart Air bersama awak dan penumpang jangan sampai terjadi lagi. ”Saya yakin TNI dan Polri mampu memberikan keamanan penerbangan,” tegasnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
