
DILAPAP API: Foto rilisan Kemenkum HAM memperlihatkan kondisi di dalam lapas yang terbakar. Para napi tewas karena terkunci di sel masing-masing. (KEMENKUMHAM/AFP)
JawaPos.com - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) memastikan bahwa situasi dan kondisi pasca kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang sudah kondusif.
Di luar 122 warga binaan atau napi yang menghuni blok C lapas tersebut, tidak ada napi lain yang menjadi korban. Mereka tetap berada di blok dan kamar hunian masing-masing.
Keterangan tersebut disampaikan setelah sejumlah pejabat meninjau langsung lokasi kebakaran kemarin. Berdasar data yang dihimpun Jawa Pos, di antara total 122 napi di Blok C Lapas Kelas I Tangerang, 81 orang selamat dari kebakaran. Sisanya, 41 orang, meninggal.
Puluhan napi yang selamat dan tidak mengalami luka-luka sudah dipindahkan. Untuk sementara, mereka ditempatkan di fasilitas lain di Lapas Kelas I Tangerang. ”Sebanyak 64 orang (napi) ditempatkan sementara di Masjid Lapas Kelas I Tangerang,” ungkap Kepala Bagian Humas dan Protokol Ditjenpas Kemenkum HAM Rika Aprianti. Mereka dipindahkan lantaran bangunan di blok C habis dilalap api.
Menkum HAM Yasonna H. Laoly menyampaikan hal serupa. Untuk sementara, para napi yang selamat dan tidak terluka ditempatkan di masjid. Namun, tidak tertutup kemungkinan mereka dipindahkan ke blok atau lapas lain di Banten atau wilayah lain. ”Kalau nanti tidak memungkinkan, kami geser ke tempat lain. Ada banyak (pilihan lapas). Ada yang ke Cilegon, Serang, ada beberapa. Bila perlu di luar Banten, bila perlu,” terang dia.
Di samping mengurus napi-napi lain yang selamat dari kobaran api, Ditjenpas Kemenkum HAM mulai melakukan evaluasi. Bekerja sama dengan instansi lain seperti Polri, mereka akan mencari tahu sumber api yang mengakibatkan blok C terbakar hebat. Di samping itu, mereka membuka pintu kepada keluarga napi di lapas tersebut apabila ingin mengetahui kabar dan kondisi terkini.
Meski sudah mengambil langkah-langkah khusus menyikapi kebakaran tersebut, Ditjenpas Kemenkum HAM diminta bertanggung jawab penuh atas insiden yang mengakibatkan puluhan nyawa melayang itu. ”Termasuk pemulihan dan pertanggungjawaban kepada keluarga korban,” ujar Direktur Eksekutif Institute of Criminal Justice Reform (ICJR) Erasmus Napitupulu tadi malam.
Pria yang akrab dipanggil Eras tersebut meminta evaluasi total segera dilaksanakan. Demikian pula investigasi menyeluruh terhadap bangunan dan kondisi keselamatan lapas. ”Termasuk protokol keamanan dan penanganan kondisi darurat,” jelasnya. Menurut dia, hal itu penting untuk diungkap. Sebab, jumlah korban meninggal dalam insiden tersebut tidak sedikit.
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) juga meminta pemerintah dan negara bertanggung jawab penuh atas musibah yang terjadi di Lapas Kelas I Tangerang. Kemarin Komisioner Komnas HAM Hairansyah menyatakan bahwa warga binaan di seluruh lapas maupun rutan di tanah air merupakan tanggung jawab negara. Karena itu, negara harus menjamin keselamatan mereka.
Komnas HAM mendorong insiden tersebut diungkap secara transparan. Apabila ada unsur kelalaian atau kesengajaan, pihak-pihak yang punya tanggung jawab bisa diadili. Mereka juga meminta evaluasi mendalam terkait dengan kondisi lapas. ”Terutama tentang SOP kedaruratan di lembaga pemasyarakatan,” kata Hairansyah.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
