
Suasana Pemakaman jenazah positif Covid-19 di lahan baru tempat pemakaman umum (TPU) khusus COVID-19, Jombang, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (27/7/2021). Pemkot Tangerang Selatan membuka lahan baru TPU khusus COVID-19 yang dapat menampung 800 makam di
JawaPos.com - Dalam tiga pekan terakhir jumlah harian pasien Covid-19 yang meninggal per harinya selalalu selalu di atas angka seribu, bahkan pernah melampaui dua ribu jiwa. Kondisi itupun menjadi sorotan sejumlah pihak.
Salah satunya, eks Kepala Sekretariat Direktorat Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi, Jay Octa yang meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) harus berupaya keras menekan angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia.
“Menkes tidak boleh tenang- tenang saja. Angka kematian sudah sangat mengkhawatirkan,” kata Jay dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com, di Jakarta, Jumat (6/8).
Diketahui, sampai Kamis (5/8) kemarin, dengan total kematian sebanyak 102.375 orang, Indonesia mejadi negara dengan korban meninggal karena Covid-19 tertinggi di Asia Tenggara. Filipina berada di urutan kedua dengan 28.427 kasus kematian, diikuti Myanmar dengan 10.988 kasus, Malaysia 10.019, dan Thailand 5.854 kasus. Sedangkan untuk level Asia, Indonesia berada di peringkat kedua, di bawah India dengan total 426.785 kasus kematian.
Jay Octa juga menuturkan, angka kematian karena Covid- 19 di Indonesia sudah sangat mengerikan. Karena, dalam dua pekan ini saja terdapat tak kurang dari 25 ribu orang yang meninggal.
"Bagaimana tidak menakutkan? Ini sudah benar - benar horor, bayangkan tiga minggu terakhir jumlah korban meninggal berada di atas seribu orang setiap hari," ujarnya.
Menurut Jay, Kemenkes sebagai leading sector penanganan Covid-19 di bagian hilir harus bertanggung jawab atas membumbungnya jumlah pasien yang meninggal. Menkes, tambah dia, harus bisa memaksimalkan pemanfaatan seluruh sumber daya yang ada untuk menurunkan angka kematian.
“Di bagian hulu itu tugas utamanya mencegah penularan. Kalau di hilir, soal penanganan pasien, termasuk menekan angka kematian, yang barada di depan dan harus bertangung jawab ya menteri kesehatan,” ujar Jay.
Sebelumnya, Budi Gunadi Sadikiin, dalam konferensi pers virtual setelah mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Senin (2/8) lalu, membeberkan sejumlah penyebab tingginya angka kematian karena Covid- 19. Salah satunya yakni karena penderita terlambat mendapat perawatan.
Merespons hal itu, Jay mengatakan, kalau penyebabnya sudah teridentifikasi semestinya segera dicari solusi dan secepatnya dilaksananan. Apalagi, banyak pasien Covid-19 yang masih harus ditolak oleh pihak rumah sakit.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
