Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 17 Juli 2021 | 05.38 WIB

Perkuat Jati Diri Bangsa dengan Demokrasi Pancasila yang Kekinian

Perajin saat menyelesaikan pembuatan patung Garuda Pancasila di industri rumahan kawasan Bali Raya, Kalimalang, Jakarta Timur, Selasa (1/7/2021). Dalam sehari perajin mampu memproduksi hingga 15 patung Garuda Pancasila. Harga patung Garuda Pancasila ini d - Image

Perajin saat menyelesaikan pembuatan patung Garuda Pancasila di industri rumahan kawasan Bali Raya, Kalimalang, Jakarta Timur, Selasa (1/7/2021). Dalam sehari perajin mampu memproduksi hingga 15 patung Garuda Pancasila. Harga patung Garuda Pancasila ini d

JawaPos.com - Indonesia menuju perjalanan emas pada 2045. Pada usia 100 tahun itu, bangsa ini diharapkan sudah sejajar dengan bangsa maju lainya di dunia.

Menuju ke arah itu, ideologi bangsa dituntut untuk mengimbangi kemajuan teknologi modern yang serbadigital ini.

Ketua Pusat Studi Ekonomi Pancasila (PSEP) Universitas Trilogi Jakarta Setia P Lenggono mengatakan, Pancasila mesti diberi ruang interpretasi kekinian tanpa meninggalkan substansi azalinya yang hakiki. Ruang-ruang publik mesti dibuka untuk memberikan cara baru memaknai Pancasila di era digital dan kekinian.

“Sehingga nantinya Pancasila dapat dicerna sesuai style kebutuhan generasi milineal. Upaya ini merupakan kewajiban moral semua komponen bangsa. Mesti upaya memasyarakatkan dan membumikan nilai-nilai Pancasila diupayakan terus menerus,” ujar Lenggono melalui keterangan tertulisnya, Jumat (16/7).

Pernyataan Setia P Lenggono itu dikemukakan dalam webinar yang digelar Pusat Studi Ekonomi Pancasila (PSEP) Universitas Trilogi, Jakarta, Kamis (15/7). Webinar itu juga membedah buku "Sistem Ekonomi Pancasila dan Sistem Demokrasi Pancasila"

Lenggono memaparkan, di tengah merebaknya liberalisasi, demokrasi Pancasila terlupakan. Padahal demokrasi Pancasila adalah jati diri bangsa yang dibangun dari sistem sosial budaya, pandangan hidup, dan kekhasan historis.

TB Massa Djaffar selaku penulis buku Sistem Demokrasi Pancasila menguraikan, demokrasi Pancasila sebagai identitas bangsa Indenesia. Menurut dia, sebuah sistem demokrasi sesungguhnya kompleks. Selain menyangkut akar filosofis juga dipengaruhi latar belakang identitas politik, suku, dan agama.

Pancasila menjembatani semua itu. Pancasila membuat Indonesia menjadi bang yang religius dan punya kolektivitas tinggi (gotong royong).
Massa melanjutkan, secara epistemologi demokrasi pancasila dikonstruksi sebagai cita-cita suatu bangsa dalam konstitusi UUD 1945.

Baca juga: Towels: Bu Mega Jaga Marwah Pancasila Secara Paripurna

“Jika dicermati esensi demokrasi Pancasila ini ialah bagaimana mewujudkan demokrasi kesejahteraan. Tak ada suatu bangsa di dunia ini tanpa ideologis dalam membangun ekonomi dan politiknya,” lanjut dia.

“Negara sekelas Tiongkok telah masuk sistem ekonomi pasar. Ia tetap saja meletakkan dasar ideologinya dalam sistem sosialisme komunis. Kata kunci bagi Indonesia agar demokrasi Pancasila ini diterapkan secara konsisten dijalankan adalah komitmen politik dan bukan lip service. Termasuk terus menggali kearifan lokal dalam memperkuat demokrasi Pancasila ditataran implementasi.”

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore