
Tenaga Medis dengan sigap Merawat pasien positif Covid-19 di IGD Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (2/7/2021). Melonjaknya kasus COVID-19 membuat tenaga medis RSU Kabupaten Tangerang bersigap menangani pasien. Hal ini guna menghindari pe
JawaPos.com - Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) kini juga kesulitan mendapatkan rumah sakit, baik ruang isolasi maupun ICU. Salah satu kondisi penuhnya keterisian tempat tidur (BOR)
terjadi di RS Jiwa dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor.
Psikiater, Kepala Instalasi Rehabilitasi Psikososial RS Jiwa dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor dr.Lahargo Kembaren, SpKJ mengatakan saat ini RS Jiwa dr H Marzoeki Mahdi Bogor menyediakan ruang perawatan untuk pasien Covid-19 baik ODGJ ataupun umum, dengan kapasitas ruangan yang sudah penuh.
Ruang Antasena, kapasitas 40 tempat tidur diisi oleh pasien gangguan jiwa dan umum, terisi 1/2 kapasitas. Ruang Basudewa, kapasitas 16 tempat tidur, diisi oleh pasien gangguan jiwa dan umum. Terisi hampir penuh. Ruang Abimanyu, kapasitas 12 tempat tidur terisi penuh oleh Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Ruang Antareja, kapasitas 20 tempat tidur, diisi 3/4 oleh ODGJ.
Baca Juga: Menkes Ubah Penentuan Zonasi Covid-19 Berdasarkan Positivity Rate
Ruang Pemping (ICU dan isolasi Covid), kapasitas 6 tempat tidur terisi penuholeh ODGJ dan umum. Instalasi Gawat Darurat (IGD), saat ini penuh terisi oleh pasien Covid ODGJ dan umum.
"Penuh hingga hari ini," kata dr. Lahargo kepada JawaPos.com, Rabu (7/7).
Berdasarkan hasil Swaperiksa PDSKJI, didapatkan ada 64,8 persen masyarakat yang mengalami masalah psikologis di tengah pandemi, yaitu gangguan cemas, depresi, dan trauma psikologis. Satu dari 5 orang memiliki pemikiran tentang lebih baik mati. Risiko bunuh diri meningkat.
Orang dengan Gangguan Jiwa memiliki risiko 7 x lipat untuk terpapar infeksi Covid-19 dan kemudian menularkannya. Risiko kematian meningkat 2x kali lipat pada Orang dengan gangguan jiwa yang terpapar infeksi Covid-19.
"Penanganan yang lebih intensif dan komprehensif perlu dilakukan pada keadaan komorbid ODGJ dan Covid-19. Bukan hanya Covid-19 yang diterapi tapi juga gangguan jiwanya dan perlu dipikirkan dengan teliti interaksi obat yang diberikan," katanya.
Menurutnya vaksinasi Covid-19 pada Orang dengan Gangguan Jiwa akan menurunkan angka kesakitan dan kematian. Saat ini sudah mulai dilakukan vaksinasi pada ODGJ di berbagai fasilitas layanan kesehatan.
"Gangguan jiwa dapat terjadi di tengah pandemi karena stresor psikososial yang meningkat. Kamu, saya, kalian, kita bisa terkena gangguan jiwa. Saat seseorang terkena gangguan jiwa imunitasnya menurun dan pola hidup sehatnya jadi memburuk. Inilah yg meningkatkan risiko terinfeksi Covid-19," katanya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
