Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 31 Mei 2021 | 18.17 WIB

DPR Minta Semua Kepala Daerah Jujur Sampaikan Status Covid-19

Ketua DPR Puan Maharani saat meninjau vaksinasi massal di Padang Galak, Sanur, Bali pada Kamis (27/5/2021). Foto: DPR - Image

Ketua DPR Puan Maharani saat meninjau vaksinasi massal di Padang Galak, Sanur, Bali pada Kamis (27/5/2021). Foto: DPR

JawaPos.com–Ketua DPR Puan Maharani mengingatkan semua pihak untuk terbuka mengenai status Covid-19 di daerah. Keterbukaan itu akan bermanfaat untuk menentukan langkah pengendalian Covid-19 di setiap wilayah.

”Jangan tutup-tutupi status Covid-19 di wilayahnya. Kalau (zona) merah ya bilang merah, jangan seolah-olah sehat, justru itu yang harus kita atasi. Karena implikasinya akan membahayakan seluruh warga,” ujar Puan di Jakarta, Senin (31/5).

Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu berharap seluruh level pemerintahan memahami hal itu. Sebab, pengendalian dan penanganan Covid-19 harus dilakukan bersama-sama. Pemerintah daerah harus segera menentukan langkah penanganan dan koordinasi dengan pihak terkait jika wilayahnya masuk dalam zona merah Covid-19.

Sejalan dengan itu, Puan juga mengimbau agar pemerintah daerah berhati-hati memberlakukan kebijakan peningkatan perekonomian yang menimbulkan potensi besar terjadinya penularan Covid-19. Kesehatan dan keselamatan menjadi hal utama yang harus dijaga.

”Ekonomi penting, tapi keselamatan warga yang utama. Jadi harus sabar,” ungkap Puan yang juga mantan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan tersebut.

Puan menyatakan, akan terus mendorong pemerintah pusat untuk mempercepat vaksinasi hingga tercapai kekebalan komunal (herd immunity).

”Saya minta kepala daerah sinergi dengan pemerintah pusat. Tidak mungkin kita jalan sendiri-sendiri,” tutur Puan.

Semua usaha pengendalian Covid-19, kata Puan, akan lebih efektif jika mendapat dukungan dari masyarakat. Karena itu, dia minta masyarakat saling mengingatkan pentingnya disiplin menjalankan protokol kesehatan walau sudah divaksinasi.

Protokol kesehatan yang diterapkan yaitu 5M yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. ”Sekarang bepergian harus PCR atau antigen, tapi harus tetap patuhi protokol kesehatan, pakai masker, supaya efektif pencegahannya,” ucap Puan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore