
DIBURU APARAT: Dua orang yang diduga anggota KKB naik ke puing pesawat sambil menunjukkan senjatanya. (SEBBY SEMBOM FOR CEPOS)
JawaPos.com – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengancam akan melakukan revolusi total. Caranya, menggabungkan semua kelompok ke dalam 33 Komando Daerah Pertahanan (Kodap).
Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom menuturkan, revolusi total diumumkan dalam beberapa tahun ke depan. ’’Yang kemudian dilanjutkan dengan melakukan perang serentak di semua tanah Papua,” katanya kemarin (20/5).
Karena itu, dia mendesak pemerintahan Presiden Jokowi segera menghentikan operasi militer. Lalu, duduk bersama di meja perundingan. ”Segera lakukan semua itu sebelum kami umumkan revolusi total,” tuturnya.
Polri memiliki data yang berbeda terkait jumlah KKB, sebutan pemerintah untuk kelompok tersebut. Kabagpenum Divhumas Polri Kombespol Ahmad Ramadan menuturkan, TNI dan Polri memetakan KKB ke dalam tujuh hingga sembilan kelompok. Mereka tersebar di beberapa wilayah di Papua. ”Setiap kelompok telah teridentifikasi,” ujarnya.
Identitas pimpinannya dan jumlah anggotanya juga telah diketahui. Seperti sebelumnya, jumlah mereka diprediksi lebih dari 150 orang. ”Kendati telah terpetakan, ada tantangan dari segi medan. Hutan yang berbukit-bukit,” jelasnya.
Pemerintah juga mendukung penuh langkah-langkah penindakan terhadap kelompok yang sudah dicap sebagai teroris itu. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mohammad Mafud MD menegaskan bahwa penindakan kepada KKB dilakukan demi keamanan masyarakat Papua.
Berdasar laporan yang dia terima, kelompok tersebut sudah terdesak. ’’Jadi, sudah ada peningkatan keberhasilan karena kami sekarang akan lebih tegas khusus kepada kelompok itu (KKB, Red),’’ kata Mahfud.
KKB, lanjut dia, bukan kelompok yang terlalu besar. Jumlahnya sangat kecil bila dibandingkan dengan seluruh masyarakat Papua.
Dari Jayapura, Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D. Fakhiri menyatakan, pihaknya sudah mengingatkan anggota yang berada di beberapa titik di Kabupaten Puncak Jaya untuk mengantisipasi pergerakan KKB. Selain di Kabupaten Puncak, personel TNI-Polri sedang melakukan pagar betis di Intan Jaya.
Baca juga: TNI-Polri Tembak Mati Komandan KKB
’’Kami berharap di dua wilayah yang sering kacau (Puncak dan Intan Jaya, Red) bisa kami bersihkan. Setelah itu, baru kami mencari ke mana kelompok ini bergeser,” katanya kepada Cenderawasih Pos.
Dia menjelaskan, di pos-pos yang sudah dibangun akan ditempatkan personel. Selain itu, pihaknya akan membuat titik kuat untuk menekan mereka (KKB) supaya tidak kembali melakukan kejahatan di Kabupaten Puncak maupun Intan Jaya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Pembangunan Gereja di Citraland Surabaya Ditolak Warga, Ternyata karena salah soal Perizinannya
Jadwal Siaran Langsung Sabah FC vs Persib Bandung di Dewata Challenge Series 2026: Live di Indosiar
5 Weton Aras Kembang yang Bisa Memikat Lawan Jenis karena Kharismatik danMempesona Menurut Primbon Jawa
