
Photo
JawaPos.com - Mantan Komandan Satuan Kapal Selam (Dansatkalsel) Koarmabar II TNI AL, Kolonel Laut Iwa Kartiwa dikabarkan terpapar radiasi serbuk saat bertugas di kapal selam KRI Nanggala-402. Kabar itu pertama kali dilontarkan oleh kakak kandung Iwa yang juga mantan Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol (Purn) Anton Charliyan.
Terkait hal itu, Kadispenal Laksamana Pertama Julius Widjojono mengatakan, sejauh ini banyak informasi salah mengenai Iwa. Seperti sakit parah hingga tidak bisa lagi berbicara, terkena radiasi serbuk kapal selam, menjual rumah untuk perawatan, tinggal di gang sempit, hingga karirnya tidak cemerlang.
"Kok bisa beliau dalam keadaan susah, sedih (KRI Nanggala-402 tenggelam), dengan rekan-rekan seperjuangan yang telah gugur di medan tugas, masih di-bully. Masih dipolitisir," kata Julius di Rumah Sakit TNI AL Mintohardjo, Jakarta, Selasa (4/5).
Baca juga: Arus Bawah Laut Kuat, Evakuasi KRI Nanggala-402 Tak Boleh Gegabah
Pada kesempatan yang sama, Kolonel Iwa memastikan kabar mengenai dirinya tidak sepenuhnya benar. Dia memang tengah sakit, namun tidak seperti informasi yang beredar.
"Saya seperti ini. Kalau dikatakan sakit, saya masih bisa beraktivitas, biarpun terbatas. Saya berangkat dari Tasikmalaya pakai kendaraan sendiri ke Jakarta, bukan atas perintah pimpinan," ucap Iwa.
Selain itu, Iwa juga membenarkan pernah bertugas lama di kapal selam. Dia dulu pernah menjadi komandan KRI Cakra-401. Dia juga pernah berdinas di KRI Nanggala-402. Namun, selama itu, dia tidak pernah terpapar radiasi serbuk.
"Ada isu saya terkena radiasi serbuk besi kapal selam karena terlalu lama. Saya berdinas di kapal selam mulai sejak Letnan Dua, Letnan Satu, Kapten, Mayor, bersama teman-teman saya. Kami bagian yang tak bisa terpisahkan," kata Iwa sambil menangis.
Iwa menyampaikan, kapal selam didesain seaman mungkin untuk mengakut orang di dalam air. Sehingga penyebab sakit yang dialaminya bukan karena berdinas di kapal selam.
Rekan-rekan Iwa yang sama berdinas lama di kapal selam juga banyak. Dan seluruhnya tidak ada yang jatuh sakit akibat terpapar radiasi di dalam kapal.
"Kondisi saya saat ini memang sejak lama karena kurang disiplin diri. Jadi saya kondisi sedang perawatan, tapi bukan karena dinas di kapal selam," tegas Iwa.
Dalam kesempatan itu, Iwa juga membantah karirnya tidak cemerlang di TNI AL. Sebagai bukti, dia pernah menjabat sebagai Dansatkalsel, kemudian Komandan Pangkalan di Bangka Belitung, dan Danpisdikpel. Jabatan-jabatan tersebut merupakan kedudukan yang tidak bisa didapat oleh semua pelaut.
"Menurut kami itu adalah anugerah yang tidak tergantikan. Jadi kami dengan kondisi kami saat ini bersyukur, kami diberikan yang terbaik oleh Angkatan Laut," pungkas Kolonel Iwa.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
