
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo. (BNPB)
JawaPos.com - Proses evakuasi korban terdampak bencana banjir bandang di Nusa Tenggara Timur (NTT) terkendala cuaca yang masih kurang baik. Hal ini juga mengakibatkan lambatnya pengiriman bantuan berupa logistik untuk disalurkan ke sejumlah wilayah di NTT.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menyampaikan, cuaca buruk itu juga mengakibatkan tertundanya pengiriman alat berat. Sehingga menghambat proses evakuasi pencarian korban.
"Cuaca yang juga masih belum begitu bagus, karena sejumlah kapal yang mengangkut alat berat ini tidak bisa berlayar," kata Doni dalam konferensi pers, Rabu (7/4).
Dia mengharapkan, cuaca di NTT bisa membaik untuk mempermudah proses evakuasi korban hingga puing-puing akibat banjir bandang. "Mudah-mudahan cuaca malam ini semakin baik. Sehingga alat berat bisa dikirim dari Larantuka ke Pulau Adonara," ujar Doni.
Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan, siklon tropis Seroja mengalami peningkatan intensitas dalam 24 jam ke depan. Hal ini diketahui berdasarkan analisis pada Rabu (7/4) pukul 01.00 WIB.
"Posisi Siklon Tropis Seroja berada di wilayah Samudera Hindia sebelah selatan Nusa Tenggara Barat, 12.3 LS, 118.8 BT atau sekitar 335 kilometer sebelah selatan-barat daya Waingapu," Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati.
Berdasarkan data yang diperoleh BNPB dari BMKG, sambung Raditya, arah gerak siklon ini terpantau menjauhi wilayah Indonesia menuju ke barat daya dengan kecepatan 6 knots atau 10 kilometer per jam.
"Berdasarkan data, kekuatan dari siklon tropis tersebut mencapai 35 knots atau 65 kilometer per jam dengan tekanan 995 hPa," ucap Raditya.
Selanjutnya, prediksi dari hasil analisa tersebut, BMKG menyimpulkan posisi pergerakan siklon akan cenderung menuju Samudera Hindia sebelah selatan Bali, 14.4 LS, 115.7 BT atau sekitar 730 kilometer sebelah barat daya Waingapu dan menjauhi wilayah Indonesia.
"Adapun kekuatan dari siklon ini juga menguat hingga 40 knots atau 75 kilometer per jam dengan tekanan 994 hPa," ungkap Raditya.
Kendati cenderung menjauhi wilayah Indonesia, tetapi potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat maupun petir serta angin kencang dapat terjadi di wilayah Jawa Tengah, Jogjakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.
"Serta hujan intensitas sedang di Nusa Tenggara Timur," pungkas Raditya.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
