Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 Maret 2021 | 02.39 WIB

Guru Sudah Dimulai Vaksinasi, Harapannya PTM Dapat Dilaksanakan

PERSIAPAN SEKOLAH: Seorang guru disuntik vaksini Covid-19 di SMA Negeri 70 Jakarta. Sebanyak 650 orang mengikuti vaksinasi kemarin. (SALMAN TOYIBI/JAWA POS) - Image

PERSIAPAN SEKOLAH: Seorang guru disuntik vaksini Covid-19 di SMA Negeri 70 Jakarta. Sebanyak 650 orang mengikuti vaksinasi kemarin. (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

JawaPos.com - Vaksinasi Covid-19 untuk pendidik dan tenaga guru sudah mulai dilakukan dengan target 5,8 juta penerima. Harapannya, kegiatan ini selesai di Juni 2021 dan pada tahun ajaran baru, semua sekolah dapat memulai Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dengan adaptasi kebiasaan baru.

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19, Sonny Harry B Harmadi pun mengingatkan, ketika beraktivitas, pemakaian maksimal masker idealnya hanya 4 jam saja. Setelahnya harus diganti.

Terkait dengan pembelajaran tatap muka (PTM), dia meminta para guru untuk terus memberikan informasi kepada anak didiknya terkait penggunaan masker tersebut, khususnya 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

"Memakai masker itu maksimal 4 jam ya, maka kalau anak nanti belajar di sekolah lebih dari 4 jam, anak harus membawa masker cadangan. Jadi semua yang ada di sekolah pas membawa masker cadangan," ungkapnya beberapa waktu lalu.

Ia pun mengungkapkan persentase risiko penularan. Jika ada yang terkena virus tapi tanpa gejala dan tidak memakai masker, kemudian ada yang sehat tapi tidak pakai masker dan jaga jarak, potensi penularannya 100 persen.

"Kemudian, yang punya virus ini tidak pakai masker dan yang sehat pakai masker, potensi penularan 70 persen," tambahnya.

Baca Juga: Menag Beri Tanggapan Soal Pelaporan Terhadap Din Syamsuddin


"Kalau yang sakit pakai masker dan sehat tidak pakai masker, risiko penularan nya tinggal 5 persen. Lalu kalau keduanya pakai masker risiko 1,5 persen," sambung dia.

Jadi potensi penularannya besar, makanya mereka yang sakit harus pakai masker. Pertanyaannya adalah siapa yang sakit atau membawa virus, hal itu tidak diketahui.

"Menggunakan masker secara bersama-sama adalah bentuk disiplin untuk menghindarkan kita dari penularan Covid-19," pungkas dia.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore