
Sejumlah tenaga kesehatan mengikuti vaksinasi dosis pertama vaksin COVID-19 Sinovac di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (4/2/2021). Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar vaksinasi dengan menargetkan 6.000 orang tenaga kesehatan
JawaPos.com - Sejumlah uji klinis vaksin Sinovac di beberapa negara seperti Brasil, menguji klinis hanya untuk sampai usia di bawah 70 tahun. Maka bolehkah lansia di atas 70 tahun ikut divajsinasi Covid-19?
Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito menegaskan memang uji klinis di beberapa negara tak ada yang dilakukan di atas usia 70 tahun. Namun, jika lansia usia di atas 70 tahun ingin divaksinasi tetap diperbolehkan asalkan melewati pemeriksaan yang ketat.
"Tidak ada yang di atas 70 tahun dalam uji klinis. Namun jika ingin divaksinasi, harus sesuai rekomendasi pemeriksaan dokter yang mendampingi. Skriningnya harus hati-hati," katanya dalam konferensi pers virtual, Minggu (7/2).
Baca Juga: Perdana, Nakes Lansia di RSCM Divaksinasi Covid-19, Tertua 76 Tahun
Sebagai contoh, hari ini salah satu lansia tertua 76 tahun yakni Prof Dr.dr. Samsuridjal Djauzi SpPD-KAI yang juga Ketua Satgas Imunisasi Dewasa Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. Dirinya disuntik di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM)-FKUI Jakarta.
"Betul, (lansia di atas 70 tahun boleh divaksinasi) asal melewati pemeriksaan yang ketat," tegas Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) yang juga Dokter Spesialis Penyakit Dalam Prof Ari Fahrial Syam.
Menurutnya, pasien-pasien lansia merupakan kelompok berisiko untuk mengalami Covid-19. Dan jika terinfeksi, lansia berisiko mengalami kematian.
Baca Juga: Nakes Lansia Divaksinasi Covid-19, Dokter: Tak Ada Gejala, Semua Baik
"Kita tahu saat awal pandemi, yang paling banyak mengalami kasus kematian akibat Covid-19 ada 3 kelompok. Yaitu orang tua, laki-laki dan dengan komorbid," paparnya.
Jubir vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid mengatakan vaksinasi untuk usia di atas 60 tahun ini adalah komitmen dari pemerintah untuk melindungi khususnya kelompok atau populasi yang memiliki angka mortalitas dan morbiditas yang sangat tinggi. "Harapan kami tentunya dengan pelaksanaan vaksinasi ini akan ada sekitar 11.000 tenaga kesehatan yang berusia di atas 60 tahun yang bisa kebal yang kita berikan perlindungan,” katanya.
Dengan diberikannya vaksin Covid-19 bagi tenaga kesehatan yang berusia lanjut dapat melindungi dan memberikan keamanan bagi seluruh tenaga kesehatan kita tanpa terkecuali. Kelompok lansia tetap akan menerima vaksinasi dalam dua dosis dengan selang waktu 28 hari. Dosis pertama berfungsi untuk mengenalkan inactivated virus ke tubuh sehingga vaksin dapat bekerja sama dengan tubuh untuk membentuk antibodi baru.
Sementara, vaksin dosis kedua berperan sebagai booster atau meningkatkan kekuatan vaksin sehingga antibodi yang telah terbentuk semakin kuat dan optimal. Secara paralel pemerintah juga akan mulai melakukan vaksinasi kepada lansia kategori non-nakes.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=YpmqfF4a-lI

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
