
Petugas gabungan ketika mengevakuasi beberapa korban yang tertimbun bangunan yang roboh beberapa waktu lalu.
JawaPos.com - Lombok masih 'diteror' gempa. Sejak gempa pada Minggu (29/7) yang berkekuatan 6,4 SR hingga gempa 7 SR pada (19/8) malam korban terus bertambah. Tidak hanya itu, korban terdampak banyak belum terakomodasi dengan bantuan logistik. Publik meminta pemerintah menaikkan status Lombok menjadi tanggap darurat nasional.
Menyikapi hal itu, Presiden Joko Widodo memastikan pihaknya terus memantau perkembangan yang terjadi di Lombok. Saat ini, pemerintahan tengah menyiapkan Instruksi Presiden (Inpres) terkait penanganan bencana. "Ini baru disiapkan Inpres," ujarnya usai bertemu PM Korea Selatan Lee Nak Yeon di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin (20/8).
Jokowi enggan ribut-ribut terkait apakah bencana Lombok dinaikkan statusnya sebagai bencana nasional atau tidak. Yang terpenting menurutnya, penanganan langsung di lapangan bahwa pemerintah pusat secara total memberikan dukungan penuh, baik kepada pemprov, pemkab, dan maupun masyarakat.
"Menurut saya bukan ditetapkan atau tidak ditetapkan (bencana nasional)," imbuhnya.
Mantan Wali Kota Solo itu juga berencana untuk kembali berkunjung ke Lombok untuk memantau langsung proses penanganannya. "Saya mau mengatur waktu lagi ke Lombok," tuturnya.
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menambahkan, Inpres yang dikeluarkan nanti tidak terkait status bencana. Pemerintah memang sengaja menghindari penyematan bencana nasional. Pasalnya, status tersebut bisa memberikan kesan negatif di dunia internasional. Imbasnya bisa berdampak negatif terhadap wisatawan dan sebagainya.
Hal itu, lanjutnya, didasarkan pada pengalaman bencana Gunung Agung di Bali. Pasca ditetapkan bencana nasional, terjadi tren penurunan yang signifikan di sektor wisata. "Tapi kalau standar penanganannya (setara bencana nasional) sudah semua," ujarnya.
Jadi, kata dia, Inpres yang dikeluarkan presiden nanti lebih ditetkankan pada penanganan bencana agar lebih terpadu. "Kemudian standar-standar, presiden memberikan standar-standar," imbuhnya.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Nila Moeloek memastikan sokongan pengobatan dari pusat terus berlangsung. Saat ini, sudah banyak dokter yang didatangkan dari berbagai wilayah, khususnya Indonesia untuk membantu pengobatan. "Dokter untuk yang patah-patah dulu. Udah banyak banget yang dikirim. Yang dioperasi udah sekitar 180 berapa gitu," ujarnya di Istana Negara.
Nila menambahkan, dengan banyaknya gempa susulan, potensi penambahan jumlah dokter berpotensi dilakukan. Hanya saja, pihaknya masih menunggu laporan dari lapangan. Dia berharap, sejumlah gempa susulan tidak menambah korban. Selain sudah lebih siap antisipasinya, mayoritas warga juga tinggal di pengungsian yang relatif aman.
Namun jika memang dibutuhkan, dia menyatakan kesiapannya. Terkait ketersediaan SDM dokter, dia memastikan tidak ada persoalan. Apalagi, sudah banyak dokter yang menyatakan kesiapannya untuk diperbantukan di Lombok. Saking banyaknya, pihaknya pun sampai melakukan pembatasan.
"Kita ini nahan. Semua dokter pada mau datang. Kita minta dari timur dulu, nanti dari barat kalau perlu," tandasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Pembangunan Gereja di Citraland Surabaya Ditolak Warga, Ternyata karena salah soal Perizinannya
Jadwal Siaran Langsung Sabah FC vs Persib Bandung di Dewata Challenge Series 2026: Live di Indosiar
5 Weton Aras Kembang yang Bisa Memikat Lawan Jenis karena Kharismatik danMempesona Menurut Primbon Jawa
