JawaPos Radar

Jokowi Siapkan Inpres soal Penanganan Bencana Gempa di Lombok

21/08/2018, 13:57 WIB | Editor: Ilham Safutra
Jokowi Siapkan Inpres soal Penanganan Bencana Gempa di Lombok
Petugas gabungan ketika mengevakuasi beberapa korban yang tertimbun bangunan yang roboh beberapa waktu lalu. (Ivan/Lombok Pos/Jawa Pos Group)
Share this

JawaPos.com - Lombok masih 'diteror' gempa. Sejak gempa pada Minggu (29/7) yang berkekuatan 6,4 SR hingga gempa 7 SR pada (19/8) malam korban terus bertambah. Tidak hanya itu, korban terdampak banyak belum terakomodasi dengan bantuan logistik. Publik meminta pemerintah menaikkan status Lombok menjadi tanggap darurat nasional.

Menyikapi hal itu, Presiden Joko Widodo memastikan pihaknya terus memantau perkembangan yang terjadi di Lombok. Saat ini, pemerintahan tengah menyiapkan Instruksi Presiden (Inpres) terkait penanganan bencana. "Ini baru disiapkan Inpres," ujarnya usai bertemu PM Korea Selatan Lee Nak Yeon di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin (20/8).

Jokowi enggan ribut-ribut terkait apakah bencana Lombok dinaikkan statusnya sebagai bencana nasional atau tidak. Yang terpenting menurutnya, penanganan langsung di lapangan bahwa pemerintah pusat secara total memberikan dukungan penuh, baik kepada pemprov, pemkab, dan maupun masyarakat.

Jokowi Siapkan Inpres soal Penanganan Bencana Gempa di Lombok
Presiden Joko Widodo (berdiri) (Evan Gunanzar/Riau Pos/Jawa Pos Group)

"Menurut saya bukan ditetapkan atau tidak ditetapkan (bencana nasional)," imbuhnya.

Mantan Wali Kota Solo itu juga berencana untuk kembali berkunjung ke Lombok untuk memantau langsung proses penanganannya. "Saya mau mengatur waktu lagi ke Lombok," tuturnya.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menambahkan, Inpres yang dikeluarkan nanti tidak terkait status bencana. Pemerintah memang sengaja menghindari penyematan bencana nasional. Pasalnya, status tersebut bisa memberikan kesan negatif di dunia internasional. Imbasnya bisa berdampak negatif terhadap wisatawan dan sebagainya.

Hal itu, lanjutnya, didasarkan pada pengalaman bencana Gunung Agung di Bali. Pasca ditetapkan bencana nasional, terjadi tren penurunan yang signifikan di sektor wisata. "Tapi kalau standar penanganannya (setara bencana nasional) sudah semua," ujarnya.

Jadi, kata dia, Inpres yang dikeluarkan presiden nanti lebih ditetkankan pada penanganan bencana agar lebih terpadu. "Kemudian standar-standar, presiden memberikan standar-standar," imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Nila Moeloek memastikan sokongan pengobatan dari pusat terus berlangsung. Saat ini, sudah banyak dokter yang didatangkan dari berbagai wilayah, khususnya Indonesia untuk membantu pengobatan. "Dokter untuk yang patah-patah dulu. Udah banyak banget yang dikirim. Yang dioperasi udah sekitar 180 berapa gitu," ujarnya di Istana Negara.

Nila menambahkan, dengan banyaknya gempa susulan, potensi penambahan jumlah dokter berpotensi dilakukan. Hanya saja, pihaknya masih menunggu laporan dari lapangan. Dia berharap, sejumlah gempa susulan tidak menambah korban. Selain sudah lebih siap antisipasinya, mayoritas warga juga tinggal di pengungsian yang relatif aman.

Namun jika memang dibutuhkan, dia menyatakan kesiapannya. Terkait ketersediaan SDM dokter, dia memastikan tidak ada persoalan. Apalagi, sudah banyak dokter yang menyatakan kesiapannya untuk diperbantukan di Lombok. Saking banyaknya, pihaknya pun sampai melakukan pembatasan.

"Kita ini nahan. Semua dokter pada mau datang. Kita minta dari timur dulu, nanti dari barat kalau perlu," tandasnya.

(jpk/far/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up