Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 21 Juli 2019 | 19.09 WIB

Erupsi Tujuh Menit, Gunung Bromo Stabil

Embun di Gunung Bromo (ZAINAL ARIFIN/JAWA POS) - Image

Embun di Gunung Bromo (ZAINAL ARIFIN/JAWA POS)

JawaPos.com - Setelah mengalami erupsi selama 7 menit 14 detik pada Jumat sore (19/7), kondisi Gunung Bromo kembali stabil. Meski begitu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tetap mengimbau pengunjung tidak melebihi jarak aman radius 1 kilometer dari kawah Bromo.

Kepala Pos Pantau Gunung Api (PGA) Bromo Wahyu Ardian Kusuma mengatakan, mulai 1 hingga 18 Juli cuaca di sekitar Bromo tercatat cerah, berawan, hingga mendung.

Kemudian, Jumat pukul 16.43 ada satu kali hujan gerimis. "Terjadi erupsi pada Gunung Bromo. Namun, karena cuaca berkabut, tidak terlihat jelas letusan dan abu vulkanik yang dilontarkan," kata dia kepada Jawa Pos Radar Bromo kemarin (20/7).

Mengenai banjir lahar di lautan pasir Bromo yang videonya viral, Wahyu menjelaskan, itu merupakan fenomena alam biasa. Dia memastikan bahwa hal tersebut tidak terkait dengan aktivitas erupsi. Namun, disebabkan hujan di sekitar Kaldera Tengger dan puncak Gunung Bromo. Kondisi itu bersamaan dengan erupsi. Dengan demikian, ada yang menyangka itu akibat dari erupsi.

Morfologi Kaldera Tengger merupakan topografi rendah dikelilingi perbukitan. Ketika hujan, aliran air akan bergerak ke arah dasar kaldera. "Endapan batuan di sekitar perbukitan Kaldera Tengger dan puncak Gunung Bromo umumnya terdiri atas produk jatuhan yang bersifat lepas. Mudah tergerus air hujan," terangnya.

Pascaerupsi, kondisi Bromo, tegas Wahyu, terus stabil. Cuaca cerah, berawan, mendung, dan hujan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah selatan, barat daya, barat, dan barat laut. Dengan volume curah hujan 0,4 mm per hari. Statusnya level II (waspada).

Anggit Hermanuadi, kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, mengatakan bahwa aliran air yang membawa pasir dan batu-batuan itu bukan banjir lahar. Kondisi itu disebabkan hujan terjadi di sekitar selatan kawah sehingga ada air limpasan yang membawa material vulkanis atau biasa disebut lahar dingin di laut pasir. Kondisi tersebut bakal berlangsung bergantung curah hujan yang terjadi. "Alhamdulillah, kondisi Bromo sudah cerah dan stabil. Pengunjung yang datang terus meningkat," terangnya.

Supervisor Pusdalops BPBD Jatim Dino Andalananto mengungkapkan, gempa beberapa kali terjadi setelah erupsi, tetapi tidak ada yang sampai overscale. Dino menjelaskan, saat erupsi, kolom abu tidak teramati karena cuaca cenderung berkabut dan berawan. Apalagi, peristiwa terjadi menjelang petang. Dari citra satelit, kata Dino, dipastikan bahwa kolom abu tidak terlontar tinggi sehingga tak ada dampak bagi penerbangan.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore